JOGJA - Dunia kepenulisan dan seni Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok yang penting dengan ragam karya dan pencapaiannya, Joko Pinurbo (Jokpin) baru saja berpulang pada, Sabtu (27/4/2024) di Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta.
Kepergian Joko Pinurbo meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, termasuk juga tetangga dekatnya yakni Budi Sutrisno.
Budi mengatakan, secara intensitas ia salah satu orang yang cukup akrab dengan mendiang Joko Pinurbo.
Bahkan, Budi jugalah orang yang mengantarkan Joko Pinurbo ke RS Panti Rapih sebelum akhirnya meninggal.
"Kemarin saya yang nganter ke RS, kondisinya terbilang lemah, komunikasi pun sudah susah," katanya saat ditemui di kawasan rumah Joko Pinurbo di Bilangan Wirobrajan, Sabtu (27/4/2024).
Saat dikonfirmasi, Budi tidak ingat secara spesifik kapan kondisi fisik Joko Pinurbo mengalami penurunan yang cukup drastis, namun ia mengaku bahwa selama beberapa bulan terakhir Joko Pinurbo memang bolak-balik untuk rawat inap di RS.
"Selama beberapa bulan ini, seingat saya dari pas pemilu itu mungkin sudah tiga sampai empat kali ke RS," ungkapnya.
"Belakangan ini kondisinya makin parah, karena pernafasan atau sakit paru yang dideritanya itu," imbuhnya.
Lebih lanjut, Budi membeberkan bahwa Joko Pinurbo merupakan sosok yang sangat sederhana dalam keseharian, selain itu, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
"Pak Joko itu aktif ikut ronda, bahkan dia juga sekretaris RT sini," ungkap warga RT 16 RW 4 Wirobrajan tersebut.
Budi juga bercerita, contoh lain dari kesederhanaan Joko Pinurbo adalah kebiasaannya menggunakan transportasi umum dalam mobilitas sehari-hari.
Kendati memiliki mobil pribadi, namun ia lebih sering memakai transportasi umum.
"Seringnya naik Transjogja itu, dari rumah sini biasanya jalan kaki ke perempatan Wirobrajan sana," bebernya.
Diakuinya, bahwa banyak momen dan kenangan yang dilakukannya bersama dengan Joko Pinurbo, mengingat mereka juga sudah bertetangga selama bertahun-tahun lamanya.
"Kalau kenangan banyak ya, soalnya sudah lama bertetangga, sudah lebih dari 10 tahun beliau tinggal di sini," lontarnya. (iza)
Editor : Meitika Candra Lantiva