RADAR JOGJA - Mengkritik isu ketergantuangan atas realitas virtual, Teater ESKA berhasil mempersembahkan sebuah karya pementasan teater pada 9 September 2023 di gelanggang Teater ESKA. Pada suatu malam diselenggarakanlah serangkaian pementasan teater sebanyak tiga repertoar secara berurutan dan memiliki keterkaitan antara satu dengan lainnya. Bahkan ketiganya adalah turunan dari satu tema utama yang memayunginya. Oleh karena itu, disebutlah pentas tiga bayangan.
Untuk sutradara dan naskah "Hel: Os Des" adalah Fahrul HF, naskah "Panta Rhei" oleh Muhim Rifqy Aziz, dan sedangkan untuk "Wajah Diri Terbelah" sutradaranya Dino Manggala Yuda.
Bagian Produksi Pentas Tiga Bayangan 5.0 Ahmad David menjelaskan, 5.0 sebenarnya diambil dari hitungan seberapa banyak pentas tiga bayangan telah diselenggarakan, yakni tahun ini adalah tahun yang ke lima. Kemudian, penyematan 5.0 secara spesifisik disengaja lantaran tema atau topik yang kami ambil, yakni digitalitas. Maka, karena semua itulah pentas ini dinamai Pentas Tiga Bayangan 5.0.
"Dengan puji Tuhan seluruh penonton merasakan sensasi menonton sebuah karya teater yang baru, dimana penonton dapat memahami sebuah permasalahan dengan alur cerita yang berbeda dan tiga panggung yang berbeda," ujarnya.
Dengan memberikan salah satu alternatif alat baca esensi dari kenyataan sosial, maka melalui Pentas Tiga Bayangan pihaknya berharap penonton yang telah menyaksikan dapat menangkap sesuatu dari wacana yang telah diangkat dan merefleksikannya." Selanjutnya menjadi bahan evaluasi bersama dalam melihat dan memperlakukan realita sosial bahkan virtual dan budaya di sekitar kita," tuturnya.
Pentas Tiga Bayangan 5.0 berhasil mengundang berbagai penjabat pemerintah, akademisi dan pengamat teater. "Setelah pementasan ini, akan dihadap-hadapkan dengan realitas kehidupan yang seringkali luput dari dari perhatian kita. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Bagian keproduksian dengan kontak 081324469167," ujar Bagian Produksi Ahmad David. (ila)
Editor : Reren Indranila