Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Teater ESKA Jogjakarta Pentaskan Jam Dinding yang Berdetak

Editor News • Senin, 20 Maret 2023 | 21:33 WIB
PENTAS : Teater ESKA Jogjakarta menggelar pertunjukan teater yang bertajuk Jam Dinding yang Berdetak. (ISTIMEWA)
PENTAS : Teater ESKA Jogjakarta menggelar pertunjukan teater yang bertajuk Jam Dinding yang Berdetak. (ISTIMEWA)
RADAR JOGJA - Teater ESKA Jogjakarta menggelar pertunjukan teater yang bertajuk Studi Pentas bagi angkatan baru di Gelanggang UIN Sunan Kaljaga Jogjakarta. Judul dari pementasan tersebut adalah Jam Dinding yang Berdetak karya Nano Riantiarno.

Pementasan yang dimulai pada 19.45 WIB tersebut berdurasi sekitar 1 jam 30 menit. Penonton yang hadir pun cukup banyak, yaitu sekitar 400 orang. Dengan jumlah penonton tersebut hampir memenuhi kapasitas Gelanggang.

"Setelah pementasan selesai, Teater ESKA menggelar sarasehan dengan para penonton. Tujuannya adalah berdiskusi seputar pertunjukan tersebut," jelas pimpinan produksi pementasan Oman Talang.

Sutradara karya Khuluq berharap Jam Dinding yang Berdetak dapat menjadi nafas baru. Terutama bagi para penggawa Teater ESKA. Sehingga tetap konsisten berkarya kedepannya.

“Seperti judulnya, jangan sampai setelah Studi Pentas ini teman-teman baru menghentikan detak dari jam dindingnya," katanya.

Adapun sedikit gambaran cerita dari pertunjukan Jam Dinding yang Berdetak berlatarbelakang krisis moneter. Krisis yang melanda suatu negara berimbas pula terhadap situasi kehidupan sosial ekonomi masyarakatnya. Tidak terkecuali yang dialami oleh keluarga Pattiwel.

Terhitung 25 tahun sudah keluarga Pattiwel menjalani kehidupan keluarganya. Ketika krisis moneter melanda membuat semuanya berubah. Mereka jatuh miskin.

Thomas Pattiwel yang di-PHK dari tempat kerjanya frustasi dan menjadi pemabuk. Demi mendapatkan uang ia sampai rela berselingkuh dengan wanita kaya. Sementara, Marrie yang merupakan istri Thomas Pattiwel hanya berkerja sebagai buruh cuci harian.

"Sedangkan kedua anaknya, yaitu Magda dan Benny putus kuliah lantaran kendala biaya," ujarnya.

Di tengah situasi itulah yang membuat keluarga ini penuh dengan konflik setiap harinya. Marrie selalu memikirkan masa depan keluarganya dan menjadi ketakutan sendiri. Sampai pada akhirnya, ketakutan Marrie memuncak ketika melihat sapu tangan Thomas berlumuran darah lantaran kecelakaan saat keluar dengan selingkuhannya. (*/Dwi) Editor : Editor News
#Jam Dinding yang Berdetak #Gelanggang UIN Sunan Kalijaga #Teater ESKA #Teater UIN Sunan Kalijaga