Ngatmombilung Band digawangi tiga personil yaitu Andru Priyanta, Awang Prawasta dan Boris Sirait. Turut menemani dua additional player Ivan Lukito dan Bagus Muhammad. Karya grup musik ini dibungkus dengan format musik vokal, gitar dan piano.
" Karya kami banyak mengambil tema tentang keikhlasan, kesedihan dan kerelaan karena putus cinta," jelas Andru Priyanto saya rilis di Pyramid Cafe, Minggu (27/3).
Lagu-lagu dari Ngatmombilung ini dirangkum dalam satu album Mbarep. Mbarep ini merupakan bahasa Jawa yang artinya anak pertama. Merupakan representasi album ini yang merupakan album perdana.
Hits single dari album ini adalah lagu yang berjudul Sakau. Awang Prawasta menuturkan lagu ini berkisah tentang pengalaman pahit. Sakit hari karena telah dilukai sang pujaan hati.
Album Mbarep ini dicetak dalam bentuk fisik. Pemasaran melalui toko yang bekerjasama dengan Ngatmombilung. Rencananya, album ini juga akan direlease dalam bentuk digital di berbagai platform streaming.
"Kami akan terus berkarya dengan format musik dengan menggunakan combo band," kata Boris Sirait, keyboardis Ngatmombilung.
Dengan album perdana ini, Ngatmombilung juga mengajak para musisi untuk bisa berkarya dan membuat lagu sendiri.
" Semoga karya kami bisa diterima oleh Ngatmomania dan para penikmat musik," ujar Bagus Muhammad. (Obi/Dwi) Editor : Editor News