Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengulik Kota Ende di Pulau Flore NTT, Pengasingan Bung Karno Hingga Rumuskan Pancasila di Bawah Pohon Sukun

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 29 Mei 2025 | 20:56 WIB
Patung Soekarno duduk di bawah pohon sukun di Taman Renungan Bung Karno, Kota Ende, Pulau Flore, NTT.
Patung Soekarno duduk di bawah pohon sukun di Taman Renungan Bung Karno, Kota Ende, Pulau Flore, NTT.

RADAR JOGJA - Kota Ende yang terletak di Pulau Flore, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mungkin belum banyak diketahui.

Bahwa kota tersebut menyimpan cerita tentang Presiden Pertama Indonesia Ir Soekarno dan sejarah Indonesia.

Kota ini mungkin hanya dikenal sebagai tempat pengasingan Ir Soekarno, saat penjajahan kolonial Belanda.

Tetapi, hanya sedikit orang yang tahu bahwa Kota Ende juga menjadi kota lahirnya Pancasila yang dirumuskan oleh Soekarno pada saat pengasingan.

Pada saat itu, Bung Karno bersama sang istri, Inggit Garnasih, anak angkatnya, Ratna Djuami dan Kartika, serta mertuanya yang bernama Ibu Amsi, diasingkan ke Kota Ende oleh Belanda dari tanggal 14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938.


Di kota pengasingan ini pula Bung Karno lebih berpikir jernih tentang banyak hal.

Dari mulai lebih mendalami tentang agama Islam, belajar mengenai pluralisme, sampai melakukan kegiatan melukis maupun menulis drama.


Selain itu, Bungkarno juga biasa duduk merenung di sebuah taman di Kota Ende, tepatnya di bawah pohon sukun yang rindang.

Hasil dari renungan di bawah pohon sukun inilah yang melahirkan tiap butir nilai kehidupan dalam Pancasila yang menjadi dasar negara Republik Indonesia.

Dari hal itu lah Kota Ende biasa disebut sebagai “Kota Pancasila”.


Di kota ini terdapat Taman Renungan Bung Karno yang menjadi tempat perenungan Soekarno merumuskan Pancasila.

Baca Juga: Rindu Jogja? 3 Kuliner Jogja yang Wajib Dicoba dan Bikin Nagih


Taman Renungan Bung Karno menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Ende.

Lokasi taman ini di Kelurahan Rukun Lima.

Terdapat patung Bung Karno sedang duduk di bawah pohon sukun sambil memandang ke arah laut.


Namun, pohon sukun tersebut bukan yang asli selalu menemani Soekarno merenung selama masa pengasingan.

Pohon yang dikenal sebagai “Pohon Pancasila” tersebut merupakan pohon sukun yang baru ditanam pada 1981.

Dikarenakan, pohon yang asli sudah tumbang sejak 1960.


Tidak jauh dari Taman Renungan Pancasila, kita dapat mengunjungi Rumah Pengasingan Soekarno, tepatnya berlokasi di Jalan Perwira, Kelurahan Kotaraja, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende.

Rumah yang menjadi tempat pengasingan tersebut masih terawat hingga saat ini.

Ketika berkunjung, kita bisa melihat langsung ranjang, lemari, biola, lampu minyak, peralatan masak dan makan, hingga lukisan karya Bung Karno yang dipajang di dinding rumah.


Destinasi Wisata di Kota Ende


Selain Taman Renungan Pancasila dan Rumah Pengasingan Bung Karno, Kota Ende memiliki tempat wisata yang tidak kalah menarik.

Salah satunya adalah Danau Kelimutu atau kerap disebut sebagai Danau Tiga Warna.


Gunung Kelimutu memiliki Danau Kelimutu yang terdiri dari tiga danau, dan warna airnya dapat berubah seiring berjalannya waktu.

Berdasarkan kepercayaan, setiap warna air dari danau itu mempunyai arti dan kekuatan alam yang unik.


Pertama, danau yang berwarna biru (Tiwu Nuwa Muri Koo Fai) diyakini sebagai lokasi berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang wafat pada usia muda.

Kedua, air yang berwarna merah (Tiwu Ata Polo) merupakan lokasi di mana jiwa-jiwa orang yang melakukan kejahatan semasa hidup berkumpul.

Akhirnya, air danau berwarna putih (Tiwu Ata Mbupu) dipandang sebagai tempat bagi nenek moyang yang telah meninggal pada usia tua.


Selain Danau Kelimutu, kita juga dapat mengunjungi salah satu pantai yang berlokasi tidak jauh dari pusat Kota Ende, yaitu Pantai Mbu’u.

Pantai Mbu’u memiliki daya tarik berupa pasir hitam yang lembut dan pemandangan matahari terbit yang menakjubkan dengan latar belakang gunung serta lautan yang indah.

Untuk memahami lebih jauh mengenai budaya di Kota Pancasila, Anda dapat mengunjungi Kampung Adat Wologai.

Kabarnya, usia desa tradisional ini melebihi 800 tahun!

Daya tarik Kampung Adat Wologai terletak pada keunikan arsitektur bangunan yang berbentuk kerucut dan tampilan luar bangunan yang dihiasi ukiran-ukiran yang menceritakan kehidupan sehari-hari masyarakat adat setempat. (Oktavian Mariooven L)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#pancasila #Pohon Pancasila #merumuskan Pancasila #bung karno #pulau flores #ir soekarno #sejarah #NTT #Pohon Sukun #destinasi wisata sejarah #kota ende #Taman Renungan Bung Karno #Indonesia