Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Makam di Tengah Anak Tangga Yang Ada pada Pemakaman Imogiri Yogyakarta, Mengingatkan pada Penghianatan saat Mengusir VOC

Bahana. • Minggu, 15 September 2024 | 17:05 WIB

Makam Tumenggung Endrata Yang Berada Di Deretan Anak Tangga
Makam Tumenggung Endrata Yang Berada Di Deretan Anak Tangga
RADAR JOGJA - Kompleks Pemakaman Raja Imogiri, merupakan tempat peristirahatan yang terakhir bagi raja -raja Mataram Islam, namun tempat ini juga menyimpan banyak kisah sejarah.

Salah satu kisah yang menarik dan mengerikan adalah tentang Tumenggung Endranata, salah satu punggawa Sultan Agung yang di jatuhi hukuman karena menjadi pengkhianat.

Tumenggung Endranata disebut sebagai pengkhianat kerajaan Mataram Islam diketahui di makamkan di pajimatan tersebut.

Namun dengan cara yang tak biasa tidak seperti keluarga raja lainnya yang dimakamkan secara terhormat, tetapi jasad Tumenggung Endranata justru dimakamkan di anak tangga menuju Pajimatan Imogiri.

Makam tersebut dapat di kenali karena bentuk nya yang tidak rata, tak seperti bentuk anak tangga yang lainnya sehingga membuatnya mudah untuk ditemukan.

Makam tersebut di tempatkan di anak tangga supaya dapat diinjak-injak oleh rakyat sebagai tanda pengkhianatannya.

Pada tahun 1628 dan 1629 Sultan Agung dari Mataram pernah melakukan 2 kali percobaan penyerangan ke VOC yang berada di Batavia.

Hal ini karena VOC dianggap memonopoli hasil bumi dan memeras rakyat pribumi dengan kebijakannya yang semena – mena dan hanya menguntungkan VOC saja.

Pada 1628 karena buruknya perbekalan logistik akhirnya pasukan mataram gagal dalam menaklukan VOC.

Maka dari itu, Sultan Agung memikirkan strategi khusus berupa membuat lumbung beras hal itu tentunya untuk keperluan logistik para tentara dan tentunya tempat itu agak tersembunyi.

Sehingga VOC tidak mengetahui hal tersebut dan hanya beberapa orang yang mengetahui tempat itu.

Namun saat perang VOC teryata mengetahui rencana Mataram.

VOC kemudian segera menghancurkan lumbung - lumbung padi itu.

Rencana yang sudah disusun rapi dengan sangat matang oleh Sultan Agung akhirnya gagal lagi.

Timbul pertanyaan besar bagaimana bisa VOC tahu jika ada lumbung – lumbung itu sementara tempat – tempat itu sangatlah rahasia dan hanya beberapa orang dari mereka sajalah yang tahu.

Namun teryata dalam kegagalan besar Sultan Agung menyerang VOC waktu itu ada sosok pengkhinat dari Mataram yaitu Tumenggung Endranata.

Tumenggung Endranata memiliki nama asli Ngabei Mertaya adalah putra dari Tumenggung Wiraguna.

Ia adalah seorang punggawa yang pernah membantu Sultan Agung dalam menaklukan Demak dan wilayah sekitaranya.

Jadi bagaimana bisa Tumenggung Endranata sampai mengkhianati Mataram?

Teryata dia diiming- iming oleh Belanda yaitu diangkat menjadi raja Mataram berikutnya jika nantinya kerajaan Mataram runtuh.

Karena tergiur akan hal tersebut akhirnya tumenggung endranata memilih untuk menjadi pengkhianat yaitu membocorkan rahasia kepada VOC.

Akibatnya penyerangan tersebut gagal total dan pasukan mataram yang mengalami kekalahan telak, banyak pasukan yang meninggal dan ada yang tertawan oleh Belanda.

Dan setelah aksi pengkhianatan nya itu di ketahui Tumenggung Endrata langsung di tangkap dan dijatuhi hukuman yang sangat berat oleh Sultan Agung.

Sultan Agung memang sudah sangat geram akan sikap dari Tumenggung Endranata karena telah menjadi pengkhianat Mataram.

Jazadnya kemudian dibagi menjadi tiga bagian.

Bagian kepala dipancangkan di Alun -Alun Jayakarta sebagai peringatan bagi Belanda.

Bagian kakinya di buang ke laut sebagai simbol pengusirannya dari tanah Jawa.

Bagian badannya itu dimakamkan di tangga yang mengarah ke gapura Supit Urang.

Bagi siapapun yang berziarah ke makam Sultan Agung dianjurkan untuk menginjak bagian tangga yang bergelombang itu tujuannya adalah mengingatkan akan selalu perilaku sang pengkhianat tersebut.

Makam ini menjadi sebuah simbol penghinaan abadi bagi Tumenggung Endranata yang di anggap tidak layak untuk mendapatkan tempat terhormat baik di dunia maupun akhirat.

Kisah ini menjadi sebuah peringatan akan akibat dari sebuah pengkhianatan.

Makam ini menjadi saksi bisu dari sejarah kelam pengkhianatan dan hukuman di Kesultanan Mataram Islam.

Penulis: EVALIA INA GITA

Editor : Bahana.
#Makam Imogiri #Yogyakarta #Makam Raja Raja Imogiri #Bantul #VOC #sultan agung