Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menyingkap Makna Sejarah dan Filosofi Pojok Beteng Keraton Yogyakarta: Simbol Pertahanan yang Sarat Sejarah dan Makna

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 29 Agustus 2024 | 20:26 WIB
Mengetahui filosofi, histori Pojok Beteng Yogyakarta.
Mengetahui filosofi, histori Pojok Beteng Yogyakarta.

RADAR JOGJA - Masyarakat Yogyakarta pasti familiar dengan kata Jokteng. Istilah ini singakatan dari Pojok Beteng, yang merupakan bagian penting dari kompleks Keraton Ngayogyakarta.

Jokteng memiliki makna historis dan simbolis mendalam. Beteng atau benteng ini merupakan tembok besar yang mengelilingi Keraton dan berfungsi sebagai perlindungan fisik dan simbol kekuatan kerajaan.

 

Ada empat pojok beteng utama, tetapi saat ini hanya tersisa tiga pojok benteng. Satu pojok benteng yang terletak di sebelah utara-timur Kraton telah hancur akibat serangan pasukan Inggris pada peristiwa "Geger Spei".

Pojok benteng yang masih ada di Jogja istimewa ini yaitu:

1. Pojok Beteng Wetan atau dalam Bahasa Indonesia berarti Pojok Beteng Timur.

Pojok Beteng Wetan dilengkapi dengan tempat pengintain yang berjumlah tiga, tempat prajurit berjumlah sepuluh buah, dan sebuah gudang yang diduga sebagai gudang mesiu.

Pojok Beteng Wetan ini tepatnya berada di sebelah barat perempatan Jl. Brigjend Katamso - Jl. Parangtritis - Jl. May. Jend Sutoyo - Jl. Kolonel Sugiono. 

2. Pojok Beteng Kulon atau dalam Bahasa Indonesia berarti Pojok Beteng Barat.

Disebut demikian karena letak Pojok benteng ini berada di sisi paling barat dan paling selatan dari wilayah Keraton Yogyakarta.

Pojok Beteng Kulon dilengkapi dengan tempat pengintaian yang jumlahnya ada tiga buah dan tempat prajurit sebanyak sepuluh buah.

Tetapi Pojok Beteng Kulon tidak dilengkapi dengan ruangan yang berfungsi sebagai gudang mesiu.

Posisi Pojok Beteng Kulon tepatnya berada di sisi timur perempatan Jl. Wachid Hasyim - Jl. Bantul - Jl. Sugeng Jeroni - Jl.Let Jend MT Haryono. 

3. Pojok Beteng Lor atau Pojok Beteng Utara

Setiap pojok beteng ini bukan hanya struktur pertahanan, tetapi juga memiliki makna filosofis dan kultural yang dalam bagi masyarakat Yogyakarta.

Secara filosofis, pojok-pojok ini merepresentasikan keseimbangan alam semesta, yang juga tercermin dalam konsep Catur Gatra Tunggal yakni empat elemen yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, yaitu bumi, air, api, dan udara.

Kehadiran pojok beteng ini melambangkan keharmonisan dan keseimbangan antara manusia dengan alam dan Tuhannya.

Selain itu, pojok beteng juga mencerminkan perlawanan dan ketahanan.

Selama masa kolonial, beteng ini menjadi saksi bisu berbagai pertempuran dan perjuangan rakyat Yogyakarta dalam mempertahankan kedaulatan mereka.

Karena itu, pojok beteng memiliki nilai sejarah yang kuat dan menjadi simbol semangat juang dan keteguhan masyarakat Yogyakarta.

Kini, Pojok Beteng tidak hanya menjadi situs sejarah, tetapi juga bagian dari identitas budaya Yogyakarta.

Tempat ini sering dikunjungi wisatawan yang ingin memahami lebih dalam sejarah dan kebudayaan Yogyakarta yang istimewa.

Meskipun fungsinya sebagai benteng pertahanan sudah tidak lagi relevan, nilai-nilai filosofis dan historis yang terkandung di dalamnya tetap hidup dalam kesadaran kolektif masyarakat Yogyakarta.

 

Dalam budaya jawa khususnya Yogyakarta dari segi sudut, garis, dan elemen mempunyai filosofi dan simbolisme yang mendalam.

Pojok Beteng sebagai perlindungan dan kekuatan

1. Benteng menjadi pelindung: Secara keseluruhan benteng merupakan pelindung raja, keluarga keraton, dan masyarakat yang ada di keraton Yogyakarta.

2. Titik kumpul energi: dalam kepercayaan masyarakat jawa setiap sudut dianggap sebagai titik kumpul energi.

Pojok Beteng juga diyakini sebagai energi positif yang memiliki fungsi perlindungan masyarakat yogyakarta.

Makna Filosofis Pojok Beteng Yogyakarta

1. Transformasi: Menurut kosmologi Jawa, sudut sering dikaitkan dengan konsep perubahan dan transformasi. Maka pojok beteng diartikan sebagai representasi dan perubahan secara terus menerus yang terjadi.

2. Kesatuan dan keimbangan: Pojok beteng ini menyimbolkan kesatuan dan keseimbangan masyarakat Yogyakarta. Titik pertemuan garis lurus pojok menunjukan bagaimana elemen-elemen kehidupan menjadi satu dan seimbang menciptakan keharmonisan.

3. Kearifan lokal: Pojok benteng merefleksikan kearifan lokal pada masyarakat jawa khususnya Yogyakarta. Konsep tentang ruang, waktu, dan alam semesta ini melekat di masyarakat jogja yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan spiritual.

Makna Historis pojok benteng Yogyakarta

Beteng ini memiliki peran yang penting bagi warga Jogja, sudut yang di rancang sedemikan rupa sulit ditembus oleh musuh.

Jokteng ini sebagai pos penjagaan strategis pada zaman dulu, dari mana para prajurit dapat mengawasi pergerakan di setiap keraton.

Biasanya Jokteng ini sebagai titik kumpul, adanya ritual tertentu. Hal ini menunjukan bahwa Jokteng ini penting bagi masyarakat untuk kepentingan spiritualnya. (Julia Putri Nur Isma)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pojok beteng #Yogyakarta #istimewa #benteng pertahanan #makna filosofi #Filosofi Pojok Beteng #Keraton Yogyakarta #kedaulatan rakyat #jogja istimewa