Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mbah Sarno, Pejuang Tua yang Hidup Sebatang Kara, Kini Dapat Bantuan Presiden Jokowi: Mantan Militer Sukarela Pernah Berantas PKI, Ini Kisahnya

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 6 Agustus 2024 | 17:35 WIB

Sarno (84 tahun), mantan anggota militer sukarela yang tinggal di Ponjong, Gunungkidul, DIY, menerima bantuan dari Presiden Joko Widodo, Senin (5/8/2024).
Sarno (84 tahun), mantan anggota militer sukarela yang tinggal di Ponjong, Gunungkidul, DIY, menerima bantuan dari Presiden Joko Widodo, Senin (5/8/2024).


RADAR JOGJA - Sarno (84), mantan anggota Militer Sukarela yang tinggal di Ponjong, Gunungkidul, menerima bantuan dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi).

Bantuan diserahkan pada Senin (5/8/2024) pukul 15.00 di kediamannya oleh Staf Kepresidenan RI. Penyerahan bantuan tersebut disaksikan oleh lurah setempat dan masyarakat sekitar.

Penanggungjawab Kehumasan Pimpinan dan Pemprov DIY Ditya Nanaryo Aji menjelaskan, bantuan berupa sembako dan sejumlah uang ini diberikan karena kisah Mbah Sarno sempat viral di media

"Karena kisah beliau ini, Presiden tersentuh dan mengirimkan bantuan. Mbah Sarno ini pernah berjuang untuk Indonesia, dalam pasukan militer sukarela. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Mbah Sarno," kata Ditya.

Mbah Sarno hidup seorang diri selama lebih dari 20 tahun. Ia pernah terlibat dalam Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) dan berbagai operasi militer lainnya.

Di antaranya, Mbah Sarno juga pernah terlibat dalam pemberantasan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) hingga Operasi Trikora. Ia merupakan seorang anggota Militer Sukarela sejak 1960 tergabung dalam Batalyon Infanteri (Yonif) 409.

Meski telah mengajukan status veteran dua kali sejak 2014, status tersebut belum bisa diperolehnya.

"Saya tugas mulai dari tahun 1960. DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) di Jawa Barat. Kedua di Sumatera pemberantasan PRRI. Ketiga kali di Sulawesi itu memberantas Kahar Muzakkar. Keempat kali itu ke Irian, merebut Irian Barat (Trikora)," ungkap Mbah Sarno.

Pria renta ini juga berperan dalam memberantas anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1966-1967.

Sebelum purna tugas, ia diberi penghargaan bintang sewindu setelah sembilan tahun bertugas.

Mbah Sarno menyebut, dirinya sudah tidak menjadi anggota Militer Sukarela sejak tahun 1969.

"Saya tugas sampai 1969. Akhirnya sudah 9 tahun itu diserahkan saya sudah dapat bintang sewindu juga," ujar Mbah Sarno.

Hidup Mbah Sarno terbilang tidak mudah dalam menjalani usia senjanya. Saat ini Sarno tidak berpenghasilan dan hidup sebatang kara di sebuah rumah kecil, bekas kandang ayam.

Tak ada perkakas modern, hanya ada televisi kotak yang sudah rusak. Sehari-hari, untuk membunuh rasa sepi, Mbah Sarno hanya mendengarkan suara dari radio usangnya.

Lurah Genjahan, Ponjong Agung Nugroho mengatakan, Mbah Sarno adalah salah satu warganya yang berkategori tidak mampu.

Ia pernah mendapatkan bantuan BLT pada masa Covid-19, namun program tersebut kini dihentikan.

Selain itu, Mbah Sarno juga mendapatkan bantuan dari alokasi dana desa yang disalurkan setahun sekali.

Namun, bantuan ini harus dibagi dengan warga lainnya yang juga membutuhkan.

Sejak tahun 2020, pihaknya telah mengeluarkan bantuan minimal 10 persen untuk diberikan kepada warga yang memang kurang mampu, termasuk Mbah Sarno.

Untuk bantuan PKH, Agung menyebut tidak bisa melakukan intervensi.

Agung berharap bantuan kepada Mbah Sarno bisa terus berlanjut dan tidak hanya dari satu pihak saja.

Mengingat usia Mbah Sarno yang sudah 84 tahun, kesehariannya ditanggung oleh keponakannya.

Agung memastikan, bantuan yang baru saja diterima oleh Mbah Sarno benar-benar bantuan dari Presiden RI.

“Bantuan berupa sembako, kemudian uang stimulan untuk mungkin 2 bulan 3 bulan cukup untuk hidup Pak Sarno. Stimulan uang kalau nominalnya kami tidak mau tahu, artinya karena itu sudah hak beliau,” tambahnya.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Trikora #joko widodo (jokowi) #Batalyon Infanteri #berjuang untuk Indonesia #Ponjong Gunungkidul #Mbah Sarno #Yonif 409 #mantan anggota Militer Sukarela #kandang ayam #Jokowi #partai komunis indonesia #pki #operasi trikora #bantuan presiden #presiden jokowi #PRRI #hidup sebatang kara #Indonesia