GUNUNGKIDUL - Perayaan kelulusan tidak selalu identik dengan pesta mewah dan hiburan modern. Hal itu ditunjukkan SD Negeri Gunung Gambar, Kampung, Ngawen yang menggelar acara perpisahan siswa kelas VI dengan mengusung budaya Jawa dan tradisi kembul bujono.
Di tengah tren acara perpisahan yang kerap menguras biaya, sekolah yang berada di kawasan perbukitan utara Gunungkidul tersebut justru memilih konsep sederhana yang menonjolkan nilai kebersamaan dan pelestarian budaya lokal. Kepala SD Negeri Gunung Gambar Jayusman mengatakan, delapan siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar tampil mengenakan busana adat Jawa. Mereka berjalan bersama menuju Pendopo Gunung Gambar sebagai lokasi pelaksanaan acara.
Baca Juga: Dapat Insentif Rp 1.000 per Ompreng, Mendukbangga Kenalkan Tugas Baru TPK Mengawal Distribusi MBG 3B
“Ya berlangsung sederhana tanpa panggung hiburan maupun kemeriahan berlebihan,” jelasnya kepada wartawan Jumat (19/6).
Berbagai hidangan tradisional, kata dia, dibawa dari rumah masing-masing siswa. Makanan yang disajikan sebagian besar merupakan hasil olahan keluarga dan produk pertanian masyarakat setempat. Ia menyebut, konsep perpisahan berbasis budaya sengaja dipertahankan sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi siswa. Selain mengenalkan warisan budaya Jawa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan nilai kesederhanaan sejak dini.
Baca Juga: Pemain Bertahan Berlabel Timnas Indonesia, Rio Fahmi Dirumorkan Gabung PSS Sleman
Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk sikap dan karakter peserta didik melalui pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Setelah prosesi kelulusan selesai, seluruh peserta mengikuti tradisi kembul bujono atau makan bersama. Guru, siswa, dan wali murid duduk lesehan menikmati hidangan yang telah dibawa dari rumah. Tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus ungkapan syukur atas selesainya masa belajar para siswa di sekolah dasar.
"Anak-anak perlu dikenalkan bahwa kebersamaan dan rasa syukur merupakan bagian penting dalam kehidupan. Karena itu kegiatan seperti ini kami pertahankan," ujarnya.
Baca Juga: Sahroni Sarankan KPK Ajukan Tambahan Anggaran Rp 5 Triliun ke Presiden
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Sulistyowati menyampaikan, SD Negeri Gunung Gambar sendiri merupakan salah satu sekolah yang berada di wilayah pegunungan dengan ketinggian sekitar 650 meter di atas permukaan laut. Saat ini jumlah peserta didik di sekolah tersebut tercatat 31 siswa. Ia menilai, prosesi wisuda semacam itu layak menjadi contoh.
“Karena ini mampu menghadirkan suasana perpisahan yang berkesan tanpa membebani orang tua siswa,” sebutnya.
Menurutnya, penguatan karakter melalui pendekatan budaya lokal memiliki nilai yang sangat penting di tengah perkembangan zaman. Sekolah dinilai perlu terus menjadi ruang untuk menanamkan sikap gotong royong, kesederhanaan, dan kecintaan terhadap budaya daerah.
"Perpisahan tidak harus identik dengan kemewahan. Yang lebih penting adalah nilai yang ditinggalkan kepada anak-anak sebagai bekal mereka melanjutkan pendidikan," tandasnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita