SLEMAN - MAN 2 Sleman menghadirkan Unit Layanan Difabel (ULD) untuk memastikan siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) mendapat pendampingan dan pembelajaran sesuai kebutuhan.
Sebanyak 30 ABK belajar bersama siswa reguler dengan dukungan asesmen, inovasi media ajar, dan fasilitas ramah difabel.
Kepala Madrasah MAN 2 Sleman Wiranto Prasetyahadi menjelaskan, sekolah yang berada di Tajem, Maguwoharjo, Depok, Sleman ini memang dikenal sebagai madrasah inklusi.
Hal ini tak lepas dari sejarah berdirinya sekolah oleh Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Islam (Yaketunis).
Saat ini sekolah sudah memiliki guiding block, kursi roda, hingga seperangkat IT untuk membantu pembelajaran yang disebut difabel corner.
Pekerjaan rumahnya kini adalah menjadikan lantai dua bangunan agar lebih mudah diakses.
"Para siswa ABK ini juga berprestasi di bidang riset hingga olahraga. Lulusannya tersebar di jurusan psikologi, hukum, sastra, hingga pendidikan luar biasa," tambahnya. (del/wia)