JOGJA - Pelajar SMAN 3 Padmanaba Jogja kembali menggelar event tahunan Dedication For Art atau DedicArt.
Acara ini mengapresiasi karya seni pelajar Padmanaba, mahasiswa, maupun seniman Jogja.
Digelar 14-15 Juni 2025 di SMAN 3 Jogja, Kotabaru Jogja.
"DedicArt adalah ruang generasi muda berekspresi dan berkarya dalam balutan nuansa budaya."
"DedicArt juga menjadi sarana memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Yogyakarta," ujar ketua panitia DedicArt Rieva Aisha Fairisha (15/6/2025).
DedicArt 2025 kembali hadir sebagai persembahan istimewa dari Padmanaba 82 bertajuk Pranaya “Pranata Mangsa, Nyawiji ing Budaya”.
Tajuk ini mengangkat konsep pranata mangsa.
Yaitu sistem tradisional penanggalan Jawa yang menjadi pedoman atau petunjuk bagi masyarakat Jawa dalam melakukan aktivitasnya.
Melalui tema ini, DedicArt#11 mengajak pengunjung untuk meresapi makna dari perjalanan waktu dan dinamika alam dalam tradisi Jawa.
"Pameran karya seni 2D dan 3D yang dipadukan dengan keragaman budaya pada DedicArt#11 ini menjadi daya tarik utama pengunjung."
"Karya seni yang ditampilkan di DedicArt#11 telah melalui proses kurasi dan seleksi sesuai dengan tema yang diangkat," kata Rieva.
Setiap karya disusun berdasarkan 12 Mangsa (musim), seperti Mangsa Kasa, Mangsa Karo, Mangsa Katelu, hingga Mangsa Sadha.
Baca Juga: Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Grand Final AXIS Cup 2025, Bidik Talenta Baru E-sports dari Jogja
Pembagian ini menjadikan setiap karya tidak berdiri sendiri, tetapi saling terhubung dalam alur yang berkesinambungan.
Sehingga meninggalkan kesan di benak penikmatnya.
Dengan demikian, pengunjung tidak hanya menikmati estetika seni, tetapi juga diajak untuk memahami kearifan lokal dalam Pranata Mangsa.
"Penampilan hiburan dan talkshow turut memeriahkan acara ini."
"Berbagai penampilan seperti penampilan tari, orkestra, musik keroncong, hingga band competition turut disuguhkan untuk menunjukan bakat-bakat yang dimiliki oleh pelajar Yogyakarta khususnya siswa-siswi SMAN 3 Yogyakarta," ujar Rieva.
Sementara itu, talkshow inspiratif bersama para penggiat UMKM dan pelestari budaya akan memberikan ruang diskusi bagi para pengunjung.
Sehingga dapat memperluas pengetahuan mengenai seni budaya Yogyakarta yang menjadi kekuatan dalam masyarakat.
Band competition pada DedicArt#11 hadir sebagai panggung bagi para musisi untuk mengekspresikan diri dan menjadi ajang untuk menunjukkan talenta bermusik.
Band competition ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa, hingga komunitas umum.
Melalui competition ini, para peserta diajak untuk menyalurkan ide dan kreativitasnya dalam bentuk musikal, serta turut andil dalam memeriahkan DedicArt#11.
Sebagai wujud dukungan terhadap potensi lokal, DedicArt#11 juga menjadi wadah bagi para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) untuk memperkenalkan dan mengembangkan usahanya.
Beragam produk UMKM di Yogyakarta seperti sajian kuliner, kerajinan tangan, hingga aksesoris tersedia untuk dinikmati pengunjung.
Baca Juga: Berikut Tokoh-tokoh di Balik Tambang Emas Tujuh Bukit Banyuwangi, Sandiaga Uno Salah Satunya
Pengunjung juga dapat turut berkarya melalui art station interaktif.
Di ruang ini, pengunjung dapat merasakan pengalaman membuat batik jumputan dan mengekspresikan kreativitasnya melalui coretan di atas kanvas.
Serangkaian kegiatan dan penampilan yang menarik pada DedicArt#11 memberikan wadah bagi para seniman dan pelajar untuk menunjukkan karya terbaiknya.
Baca Juga: Israel Lancarkan Serangan ke Iran, Dunia Kembali di Ambang Krisis Timur Tengah
Hal ini juga dapat dijadikan motivasi bagi anak muda untuk mengekspresikan idenya sekaligus melestarikan budaya di lingkungan sekitarnya.
Melalui berbagai rangkaian kegiatan yang memadukan seni, budaya, dan pemberdayaan, DedicArt#11 menjadi wujud kontribusi dari siswa SMAN 3 Yogyakarta untuk menjaga kebudayaan yang kian luntur seiring berkembangnya dunia. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin