RADAR JOGJA - Tanggung jawab sosial dan moral sebagai seorang guru, benar-benar dipahami oleh Dinar Pangesti. Perempuan yang baru beberapa bulan menjadi guru bahasa Inggris di SMAN 6 Jogja ini terus berkomitmen belajar dan mengembangkan diri.
Dinar sendiri baru diangkat menjadi guru kurang lebih tiga bulan. Pun ini menjadi pengalaman pertamanya. Sehingga dia harus adaptif dan update dengan dinamika pendidikan saat ini. "Dari kecil sejujurnya tidak ada ekspektasi jadi guru," lontarnya Minggu (15/9/2024).
Alumni Universitas Ahmad Dahlan ini mengaku, banyak ekplorasi dan mengembangkan diri. Utamanya bidang pendidikan, termasuk kebijakan pendidikan.
Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Kura-Kura Yang Memiliki Corak dan Keunikan Tersendiri
Sebab dia mengamati, sistematika pendidikan hingga kurikulum yang ada sekarang kian rumit dan kompleks. Jadi penting untuk seorang guru terus adaptif dan selalu belajar dengan perkembangan yang ada. "Selain itu, saya juga senang mengulik tentang kebijakan politik, apalagi kebijakan yang kaitannya dengan pendidikan," tuturnya.
Lebih lanjut, selain kesibukannya mengajar di SMAN 6 Jogja, Dinar juga membuka kelas private bagi para siswa SMP di Kota Jogja.
"Saya mengajar private siswa SMP untuk persiapan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD)," bebernya.
Meskipun dia tidak pernah mencita-citakan jadi seorang guru, Dinar tetap sepenuh hati menjalankan pekerjaannya. Apalagi, dari orang tuanya juga 100 persen memberi dukungan. "Latar belakang keluarga saya praktisi, namun pilihan jadi guru ini sangat didukung, apalagi oleh ibu saya," serunya.
"Ibu dulu ingin jadi guru dan tidak kesampaian, secara tidak langsung ini meneruskan impian ibu yang tidak tercapai," sambungnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita