Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Politisi Senior PPP DIY Soroti Sistem Politik yang Sengaja Membodohkan Masyarakat, Ini Sebabnya

Iwan Nurwanto • Senin, 15 Desember 2025 | 20:46 WIB
Diskusi bertajuk sapa aruh dengan tema Perspektif Partai Islam di Kancah Politik Regional dan Nasional yang diselenggarakan di SM Tower, Minggu (14/12/2025).
Diskusi bertajuk sapa aruh dengan tema Perspektif Partai Islam di Kancah Politik Regional dan Nasional yang diselenggarakan di SM Tower, Minggu (14/12/2025).

JOGJA - Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DIY Alfian Darmawan menyoroti sistem politik yang sengaja membodohi masyarakat untuk melanggengkan kekuasaan.

Hal tersebut disampaikanya dalam diskusi bertajuk sapa aruh dengan tema Perspektif Partai Islam di Kancah Politik Regional dan Nasional yang diselenggarakan di SM Tower, Minggu (15/12/2025).

Alfian mengatakan, bukti masyarakat dibodohkan nampak dari masih adanya kemiskinan yang masih dipelihara.

Kondisi tersebut memudahkan para pemilik modal untuk meraih kekuasaan lewat politik uang.

Lalu berimbas pada semakin merajalelanya praktek korupsi agar modal politik bisa kembali.

“Rakyat rela menukar masa depan hanya demi uang ratusan ribu rupiah, padahal yang mereka korbankan jauh lebih besar,” ujar Alfian di sela diskusi.

Selain karena disebabkan masifnya politik uang.

Alfian menilai, praktek korupsi juga disebabkan karena politisi di masa sekarang tidak mengenal rasa takut.

Berbeda dengan masa orde baru, dimana para politisi masih takut dengan figur Soeharto sebagai kepala negara saat itu.

Menurutnya, saat ini koruptor di Indonesia tidak memiliki rasa takut dengan siapapun bahkan dengan Tuhan sekalipun.

Alhasil membuat penyimpangan di lingkup pemerintahan pun terus terjadi tanpa ada beban moral dalam diri politisi.

“Sehingga partai Islam harus hadir dengan wajah berbeda, Islam harus digunakan untuk mensejahterakan masyarakat,” tegas Alfian.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo yang turut menjadi narasumber dalam diskusi tersebut juga menekankan, politisi memiliki tanggung jawab untuk mensejahterakan rakyatnya.

Kewajiban tersebut juga tidak hanya menjadi tugas di dunia. Namun juga akan dipertanggungjawabkan di akhirat nantinya.

Hasto menegaskan, partai politik harus hadir untuk menjalankan roda demokrasi sebagaimana mestinya.

Termasuk menghindari praktek korupsi dan politik uang. Supaya indeks demokrasi di Kota Jogja terus tumbuh ke arah yang lebih positif.

“Politisi tidak membutuhkan uang, melainkan kepercayaan yang mutlak dari masyarakat,” tutur Hasto. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#sistem politik #politisi senior #PPP #Membodohi #masyarakat