KEBUMEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kebumen telah menyelesaikan serangkaian proses pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan (PDPB) pada triwulan kedua tahun 2025.
Hasilnya 1.080.023 warga Kebumen telah ditetapkan masuk dalam daftar pemilih berkelanjutan. Jumlah tersebut naik sekitar 3.000 pemilih jika dibandingkan daftar pemilih tetap pemilu 2024 lalu yang tercacat 1.077.299.
Ketua KPU Kebumen Dzakiatul Banat menyampaiakan, proses PDPB adalah bagian tak terpisahkan dalam menjaga validitas data pemilih. Meski di luar tahapan pemilu, langkah ini akan dilakukan secara rutin.
Tujuannya untuk menjaga mutu daftar pemilih sebagai modal pelaksanaan pemilu dapat berjalan demokratis dan akurat secara data. "PDPB ini masuk dalam siklus tahapan berkelanjutan," terangnya, Kamis (3/7).
Berdasar hasil rapat pleno, KPU Kebumen menetapkan daftar pemilih berkelanjutan sebanyak 1.080.023 pemilih. Terdiri dari 544.467 laki-laki dan perempuan. Pemilih tersebut tersebar di 26 kecamatan dan 460 desa atau kelurahan.
Banat memastikan seluruh proses pemutakhiran data pemilih berlangsung secara transparan dan akuntabel karena melibatkan banyak unsur. Ia juga membuka diri jika terdapat masukan dari masyarakat untuk dilakukan perbaikan sekaligus penyempurnaan data.
"Tidak ada yang kami tutupi. Di rapat pleno juga disaksikan bawaslu dan berbagai instansi terkait," terangnya.
Selain fokus DPB, KPU Kebumen juga terus bergerak melakukan pemutakhiran data partai politik (Parpol) di Kebumen. Proses ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan dalam menghadapi proses demokrasi berikutnya.
Adapun pemutakhiran data parpol mencakup data kepengurusan serta data keanggotaan parpol.
Sementara itu, anggota Bawaslu Kebumen Badruzaman menyatakan, pihaknya telah memberikan imbauan kepada KPU Kebumen. Intinya Bawaslu Kebumen meminta secara tegas KPU untuk menyertakan data daftar pemilih tambahan (DPTb) pada Pemilu 2024 agar dimasukkan dalam DPB 2025.
Menurut dia, DPTb dapat dikategorikan sebagai pemilih baru sepanjang masih memenuhi syarat dan ketentuan. "Data pemilih itu dinamis. Akumulasi data ini akan terus bergerak sesuai kondisi status pemilih atau warga," jelasnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo