Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Roy Suryo Sebut Inisial RM sebagai Pengarah Gaya di Balik Video Pengunduran Diri Ketum Golkar Airlangga Hartarto

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 13 Agustus 2024 | 12:57 WIB
Roy Suryo.  (jawapos.com file)
Roy Suryo. (jawapos.com file)

RADAR JOGJA - Pengunduran diri Airlangga Hartarto dari kursi ketua umum Golkar cukup mengagetkan.

Banyak pihak yang mencoba menghubung-hubungkan peristiwa itu dengan konstelasi politik menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden Jokowi Oktober 2024.

Video pengunduran diri Airlangga Hartarto melalui rekaman pernyataan video diedarkan pada hari Minggu (11/8/24).

"Selain video resmi, belasan bahkan puluhan analisis tentang ada apa di balik pengunduran diri Airlangga Hartarto merebak di berbagai platform.

Baik di media konvensional (TV, Radio, Media Cetak dsb) apalagi di media digital (YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, WhatsApp Group)," kata pengamat telematika Roy Suryo melalui pesan Whatsapp, Selasa (13 Agustus 2024).

Dia melakukan analisis rekaman video pengunduran diri Airlangga Hartarto.

"Analisis ini bersumber dari rekaman video dari angle (sudut) yang berbeda dengan rekaman resmi video yang mayoritas ditayangkan di berbagai media sebelumnya," ujar mantan Menteri Pemuda dan Olahraga di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kata Roy, video yg ditayangkan di kanal YouTube Suaradotcom melalui URL: youtu.be/r_tqquxj20c?si=iIYNRd9b4LLafLeV dengan judul 'Airlangga Hartarto Disuruh Baca Ulang Kalimat Pengunduran Diri' diambil dari posisi sedikit menyamping.

"Biasanya dimaksudkan sebagai sudut kamera alternatif atau cadangan bilamana kamera utama mengalami gangguan atau memang sengaja agar tidak terkesan terlalu statis (ganti angle shooting)," ujar Roy.

Dia menilai Airlangga Yang terkesan hafal dan tidak nampak membaca teks.

"Memang lazim digunakan bantuan alat bernama teleprompter. Perangkat ini banyak dijumpai di studio TV atau broadcast dan juga saat seseorang berpidato di podium agar bisa (seolah-olah) tampak lancar berbicara tanpa teks."

"Padahal sesungguhnya dia hanya tinggal membaca melalui teleprompter," kata Roy.

Baca Juga: Ridwan Kamil Maju Pilgub Jabar atau Jakarta? Ini Kata Airlangga Hartarto Terkait Dinamika Politik

Selain teleprompter, kata Roy, para presenter juga bisa dilengkapi earpiece feeder (yang bisa dipandu dari orang lain) agar seolah-olah tampak lancar atau pintar menjawab.

"Kemarin teleprompter yang digunakan Airlangga Hartarto bermerk Ikan Studio. Kebetulan namanya memang Ikan, karena produk dari Houston Texas Amerika ini kebetulan saja bernama Ikan."

"Dan memang sering digunakan dlm Video Production Unit. Menggunakan Layar LED (Light Emitting Diode) Monitor ukuran 14" hingga 20" yang dipantulkan ke kaca cermin tepat di depan kensa kamera yang digunakan."

"Maka ketika seseorang membaca teks di layar monitor tersebut akan tepat menghadap lensa kamera (dan membuatnya seolah-olah hafal tanpa teks, padahal membaca)," ujar Roy.

Uniknya, sambung Roy, dalam video yang ditayangkan di YouTube tersebut, meski sudah menggunakan teleprompter text yang dipasang tepat di depannya, ternyata beberapa kali Airlangga Hartarto salah membaca detail.

"Bahkan harus mengulang kalimat yang salah tersebut. Padahal kita kenal yang bersangkutan adalah seseorang yang sudah cukup senior."

"Apalagi selain Ketum Partai juga selaku Menteri Koordinator yang membuatnya pasti sudah terbiasa dan tidak canggung, apalagi terkesan grogi dalam membaca Teleprompter," kata Roy.

Analisis yang dilakukan Roy Suryo yakni:

Kesalahan pertama terjadi pada Menit ke-3 detik ke-10 saat kalimat "...selaku Presiden 2025... (kita ulangi ya, nanti di-cut ya)".

Kesalahan selanjutnya di menit ke-3 detik ke-28 saat kalimat "...dalam kemenangan pas, pasangan (kita ulangi ya)".

Kata Roy, hal yang cukup fatal terjadi di menit ke-4. "Saat harus dikoreksi oleh 'pengarah gaya video, kemungkinan oleh RM alias Cl' dalam kalimat '...sebagai presiden periode 2024-2029...' dimana kalimat ini harus diulangi karena kurang kalimat '...dan wakil presiden periode 2024-2029...'.

"Jadi, mengapa Airlangga Hartarto tampak tidak lancar mengucapkan kata-kata tertentu?" tanya Roy Suryo.

Dia mengaku, memang tidak melakukan content analysis terhadap teks yg dibaca atau psichological analysis terhadap orang yg membacanya.

Karena hal tersebut akan bisa jadi bahasan pakar yang lain yang tentu akan jauh lebih detail sesuai kepakarannya.

"Namun demikian dengan adanya analisis teknis video (asli) ini bisa terungkap 'Ada apa dan Bagaimana' kondisi faktual (suasana hati/psikologis) Airlangga Hartarto saat membaca statemen yang dibuatnya tersebut."

"Karena kalau memang kondisinya 'baik baik saja' tentu yang bersangkutan akan dengan sangat mudah dan lancar dalam berbicara, tidak perlu mengulang-ulang beberapa kata atau bahkan kalimatnya," kata Roy.

Kesimpulan yang diambil Roy Suryo, analisis teknis berdasar SI atau Identifikasi Ilmiah Rekaman Video Pernyataan Airlangga Hartarto di balik rekaman resmi yang beredar akan bisa jadi bukti ilmiah dan faktual kondisi yang terjadi.

"Kalau saja para analis politik kemarin sudah bisa menprediksi background pengunduran diri seorang Ketum Partai (yang dalam isi pernyataannya sendiri menyebut semua fakta kesuksesan yang dilakukannya selama menjabat), maka rekaman video dan analisis teknis ini sangat bisa memperkuat dan menjadi bukti sahih yang tidak terbantahkan," ujar Roy Suryo. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#ketua umum golkar #roy suryo sebut inisial RM #Airlangga Hartarto Mundur #roy suryo #Airlangga Hartarto mundur dari ketua umum