Wamenaker RI Afriansyah Noor Bantah MagangHub Hanya Memanfaatkan Tenaga Magang

Naila Nihayah • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 01:23 WIB

 

Wamenaker Afriansyah Noor saat memberikan penjelasan dalam seminar Goes to Campus di Untidar, Jumat (9/10).
Wamenaker Afriansyah Noor saat memberikan penjelasan dalam seminar Goes to Campus di Untidar, Jumat (9/10).

 

 

 

MAGELANG - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan sebanyak 400 ribu kuota untuk program MagangHub dan Vokasi Nasional. Karena itu, lulusan sekolah dan perguruan tinggi perlu membekali diri dengan keterampilan praktis yang sesuai kebutuhan industri, termasuk sertifikasi kompetensi.

Wamenaker RI Afriansyah Noor menuturkan, pemerintah berencana membuka MagangHub angkatan ketiga untuk 150 ribu peserta. Sementara program Vokasi Nasional disiapkan bagi 250 ribu peserta, dengan sasaran utama lulusan SMA dan SMK.

Dia menyebut, pendidikan formal selama ini memberikan dasar pengetahuan sesuai bidang yang dipilih, mulai ekonomi, bahasa hingga teknologi informasi.

Baca Juga: Van Gastel Pacu Kesiapan Tim dan Ingin PSIM Jogja Lebih Efektif dalam Bermain

"Namun, pengetahuan teoretis perlu dilengkapi kemampuan praktik agar lulusan lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja," paparnya di Auditorium Kampus Sidotopo, Untidar, Jumat (9/10).

Saat disinggung soal program magang yang dinilai hanya memanfaatkan tenaga magang, Afriansyah membantahnya. Dia menyebut, hampir 40 persen peserta MagangHub atau Magang Nasional telah diterima bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani program.

Dia menjelaskan, program magang tidak semata-mata ditujukan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja perusahaan. Program itu dirancang agar lulusan baru memperoleh pengalaman kerja nyata melalui pendampingan mentor yang berpengalaman.

Baca Juga: Uji Coba MBG Prasmanan di Kulon Progo, Menu Lebih Hangat tapi Boros Waktu Pada saat Pemorsian

Meski begitu, angka penyerapan tersebut menjadi satu indikator yang perlu diperhatikan dalam mengukur efektivitas program. Pengalaman magang diharapkan tidak berhenti pada masa pelatihan, tetapi membuka peluang bagi peserta untuk memperoleh pekerjaan.

Rektor Untidar, Peof Sugiyarto berpesan kepada mahasiswa untuk membangun karakter dan mengembangkan kompetensi yang siap untuk terjun ke masyarakat dalam berbagai bidang.

"Mengikuti arahan dari Kemendiktisaintek bahwa kampus harus semakin dekat dengan masyarakat agar berdampak," bebernya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
MagangHub wamenaker Afriansyah Noor Untidar Goes to Campus magang