Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah di Kalurahan Bendungan, Wates, Kulon Progo: Ekonomi Bukan Lagi Penghalang, Tersedia Beasiswa bagi 15 Ribu Pelajar

Anom Bagaskoro • Selasa, 12 Mei 2026 | 07:02 WIB
BIAYA BUKAN  KENDALA: Anggota Komisi D DPRD DIY Fajar Gegana (baju hitam, Red) menyampaikan sosialisasi beasiswa pendidikan menengah di Kalurahan Bendungan, Wates, Kulon Progo, Senin (11/5/2026). ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
BIAYA BUKAN  KENDALA: Anggota Komisi D DPRD DIY Fajar Gegana (baju hitam, Red) menyampaikan sosialisasi beasiswa pendidikan menengah di Kalurahan Bendungan, Wates, Kulon Progo, Senin (11/5/2026). ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA

KULON PROGO - Masalah ekonomi kerap menjadi penghalang siswa mendapatkan layanan pendidikan . Kekhawatiran orang tua atau masyarakat  yang terkendala biaya sekarang sudah dapat diatasi.
Ini menyusul tersedianya alokasi anggaran bantuan beasiswa pendidikan menengah SMA/SMK bagi pelajar di DIY. Beasiswa itu dikelola Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.
“Ada tiga jenis beasiswa dengan sasaran  pelajar SMA/SMK,” ujar Anggota Komisi D DPRD DIY Fajar Gegana saat Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah di Balai Kalurahan Bendungan, Wates, Kulon Progo, Senin (11/5/2026).

Baca Juga: Lakukan Sidak Daycare, Komisi D DPRD Kota Jogja Soroti Persoalan Perizinan

Fajar mengatakan, Pemda DIY mengupayakan kelangsungan pendidikan yang layak bagi masyarakat. Terutama masyarakat kurang mampu yang terkendala karena faktor ekonomi.

Dengan adanya sosialisasi itu diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengetahui program beasiswa tersebut.

Mantan wakil bupati Kulon Progo ini memaparkan tiga jenis beasiswa pendidikan menengah itu. Pertama, beasiswa Kartu Cerdas (Kacer).

Kedua, beasiswa Jaminan Kelangsungan  Pendidikan (JKP). Ketiga, beasiswa Retrieval. Ketiga beasiswa tersebut, memiliki sasaran siswa dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga: Terus Melesat, CBR Series Kembali Harumkan Indonesia di ARRC Buriram

“Sehingga, masalah ekonomi tak lagi menjadi penghalang meraih pendidikan yang layak,” lanjut Fajar.

Staf Bidang Pembinaan SMA Disdikpora DIY Andiyanto Eko Saputro menjelaskan, di masa sekarang, ekonomi bukan menjadi penghalang  anak memperoleh pendidikan layak.

Pemda DIY telah berkomitmen menyediakan pendidikan yang layak bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Komitmen itu tertuang dalam Peraturan Gubernur DIY Nomor 5 Tahun 2025. "Jadi ada tiga beasiswa, dan kriteria atau sasarannya berbeda," ucap Andi.

Baca Juga: Enam Pasien Hantavirus di DIY Telah Sembuh Total, Terjadi pada 2025, Kini Nihil Kasus

Ketiga beasiswa itu bersumber dari APBD DIY. Beasiswa Kacer nilainya Rp 1,5 juta per tahun per siswa. Dialokasikan untuk 15 ribu siswa.

Selanjutnya, beasiswa JKP diberikan untuk siswa yang mengalami kendala finansial. Ijazahnya ditahan sekolah karena alasan administrasi belum melunasi biaya pendidikan. 

Kejadiannya ditemui di sejumlah sekolah swasta. Alokasi beasiswa JKP sebesar Rp 400 juta untuk tingkat SMA, dan Rp 2,5 miliar untuk SMK.

Baca Juga: Imbas Pencemaran IPAL, SPPG Trimurti Ditutup Sementara, Langkah Serupa Turut Dilakukan di Empat Lokasi Bantul

Siswa yang putus sekolah gara-gara faktor ekonomi menjadi perhatian dan diakomodasi melalui beasiswa Retrieval.

Nilainya Rp 3 juta per tahun per siswa. Beasiswa ini masing-masing untuk 100 siswa SMA dan 100 siswa SMK.

Keberadaan tiga beasiswa tersebut diharapkan memperingan beban biaya pendidikan. Sebab, kebutuhan biaya pendidikan  tak hanya ongkos sekolah.

Tapi juga dari sarana prasarana (sarpras) kebutuhan pendukungnya. Program bantuan beasiswa pendidikan menengah dapat digunakan untuk pembelian buku, hingga keperluan sekolah lainnya. (gas/kus)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Pelajar SMA/SMK #layanan pendidikan #Komisi D DPRD DIY #beasiswa #Ekonomi