Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

MBG Masuk Kampus Disambut Positif tapi UMNU Kebumen Minta Jangan Ganggu Atmosfer Akademik

Muhammad Hafied • Kamis, 7 Mei 2026 | 06:07 WIB
Rektor Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen Imam Satibi. (M Hafied/Radar Jogja)
Rektor Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen Imam Satibi. (M Hafied/Radar Jogja)

 



 

 

KEBUMEN - Rektor Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen Imam Satibi merespon positif wacana program makan bergizi gratis (MBG) masuk kampus. Dia menyatakan dukungan penuh terhadap keterlibatan perguruan tinggi yang menjadi sasaran program skala prioritas presiden tersebut.

Menurut Imam, perguruan tinggi jauh lebih siap jika dipercaya mengelola program MBG secara profesional. Hal ini dilihat dari sisi kesiapan sumber daya manusia (SDM), sistem pengolaan, operasional, manajemen dan perangkat pendukung lain.

 Dia menyatakan, sebagai kampus dengan jumlah lebih dari 3.500 mahasiswa, UMNU Kebumen tidak keberatan untuk mendukung keberhasilan program MBG. "Intinya kami siap dari segi apapun," tegas Imam kepada Radar Jogja, Rabu (6/5).

Baca Juga: Kerangka Tim Sudah Solid, Liana Tasno Akan Evaluasi Lini Depan PSIM Jogja 

Terkait implementasi di lingkungan kampus, Imam hanya mengingatkan agar program MBG nantinya tidak mengganggu atmosfer dunia akademik. Oleh karena itu, diperlukan unit khusus, seperti badan atau unit usaha kampus untuk mengelola program secara profesional. Justru dari MBG ini dia melihat akan menjadi peluang pemberdayaan di lingkungan kampus. "Ini bagus dan kesempatan karena selama ini badan usaha kampus itu belum go public," ujarnya.

Imam menekankan, program MBG tidak seharusnya dipandang sebagai peluang bisnis semata, melainkan bentuk upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM, khususnya dari aspek gizi dan kesehatan masyarakat.

Mantan rektor IAINU Kebumen ini juga menyoroti program MBG sejauh ini terkesan berjalan sendiri tanpa integrasi yang kuat dengan sektor pendidikan. “Program tersebut tidak boleh hanya berhenti pada pemberian makanan bergizi, tetapi harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan terukur secara menyeluruh,” jelasnya.

Baca Juga: Tarik Pembeli, Peternak Sapi di Sukoreno Kulon Progo Siapkan SPG untuk Pemasaran Hewan Kurban

Imam juga turut menyinggung kekhawatiran angka rata-rata tingkat kecerdasan (IQ) masyarakat Indonesia yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, program MBG diharapkan mampu menjadi solusi atas persoalan terdsebut.

"Harus dibuktikan kalau MBG mampu menurunkan angka stunting, meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak. Itu hal paling fundamental," tegasnya.

Meski secara prinsip menerima MBG masuk kampus, dia menilai perlu adanya evaluasi terhadap program MBG yang telah berjalan selama satu tahun tersebut. Evaluasi yang dimaksud mencakup berbagai aspek seperti manajemen, sasaran dan capaian.

Baca Juga: Kebijakan Penanggungan PPN Pesawat Ekonomi Rute Domestik Belum Berpengaruh Signifikan ke Masyarakat, Ini Alasannnya!

 "Saya yakin presiden juga melihat. Evaluasi bukan untuk dihilangkan, tapi diperbaiki," kata Imam yang juga Ketua PCNU Kebumen.

Salah satu mahasiswa Khoirotun Azkiya, 19, mengaku ikut mendukung bergulirnya MBG di kampus. Dia percaya program tersebut cukup membantu bagi mahasiswa yang notabene jauh dari keluarga.

Program ini juga diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran mahasiswa. "Lebih irit mungkin ya, apalagi buat anak kos. Pasti dinanti banget," ujarnya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#umnu kebumen #mbg masuk kampus #imam satibi #Mahasiswa #dunia akademik