JOGJA - Suara gamelan mengalun lembut dari salah satu sudut SMPN 16 Jogja, berpadu dengan sorak kecil para siswa yang bersiap menampilkan tarian mereka. Pada Jumat (26/9) pagi, para siswa menunjukkan kemampuan memainkan gamelan,menari, hingga melantunkan tembang Jawa. Mereka menjalani shooting video program Sekolah Tunas Unggul oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Jogja.
”Untuk yang persiapan hari ini saja itu hanya sekitar tiga kali saja, jujur hanya tiga kali,” ujar guru seni budaya dan ekstrakurikuler seni tari, Novi Muwani.
Para siswa menunjukkan keterampilan Meski hanya memiliki waktu persiapan yang sangat singkat, penampilan mereka tetap terkoordinasi dan kompak. Kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan seni biasa. Hari itu menjadi momen penting bagi SMPN 16 Jogja untuk menampilkan jati diri sebagai salah satu sekolah unggulan di Kota Jogja.
”Kami ingin menampilkan wajah terbaik SMP Negeri 16. Bukan hanya akademik, tetapi juga potensi seni, budaya, dan karakter siswa yang terus kami kembangkan,” ujar Kepala Sekolah SMPN 16 Jogja Sujiyana.
Suasana bertambah meriah saat para siswa memulai penampilan tari tradisional. Gerakan mereka tampak luwes, serasi dengan irama gamelan yang dimainkan teman-temannya. Sejumlah orang tua yang hadir sambil tersenyum, juga merekam penampilan anak-anak mereka dengan ponsel. Kepala sekolah duduk di barisan depan, sesekali memberikan tepuk tangan penyemangat.
Sujiyana menyebut, sejak 2020, manajemen sekolah melakukan pembenahan. Program seni yang sebelumnya berjalan biasa-biasa saja kini dikembangkan secara profesional. Hasilnya mulai terlihat.
Pada 2023, tim karawitan SMPN 16 berhasil meraih Juara 1 Nasional, disusul tim tari yang meraih Juara 1 Nasional sekaligus predikat Penyaji Terbaik pada 2024. ”Kami percaya, seni bukan hanya hiburan, tetapi juga cara untuk menggali roso (rasa) anak-anak. Mereka belajar disiplin, kerja sama, sekaligus mencintai budaya Jawa,” jelasnya.
Upaya ini juga melibatkan kolaborasi dengan para profesional. Untuk lomba musik tradisi, sekolah bekerja sama dengan dosen-dosen ISI Jogjakarta. Namun, seni hanyalah satu sisi dari wajah SMP Negeri 16. Di balik panggung, ada kelompok siswa lain yang sedang belajar intensif menghadapi ujian akhir.
Sekolah yang berada di kawasan Njero Beteng itu juga memberi perhatian khusus pada penguatan bahasa Inggris melalui program conversation class setiap Jumat sore. Dengan storytelling yang dibimbing langsung oleh dosen universitas. Suasana pembelajaran dibuat santai dan interaktif, agar siswa tidak takut membuat kesalahan. ”Yang penting mereka berani dulu. Soal benar atau salah itu urusan lain. Kepercayaan diri harus dibangun sejak dini,” tegasnya.
Yang membuat SMPN 16 istimewa adalah suasana sekolah yang terasa hangat. Kepala sekolah menekankan pentingnya hubungan tanpa jarak antara guru dan siswa. ”Guru di sini bukan hanya pengajar, tetapi juga orang tua dan teman.
Tidak boleh ada jarak antara guru dan siswa,” katanya. Di sekolah ini, siswa yang datang terlambat tidak dimarahi di depan kelas, tetapi diajak berbicara dengan baik di ruang piket agar tetap merasa nyaman.
Fasilitas ekstrakurikuler juga sangat beragam. Selain tari dan kerawitan, tersedia drumband, angklung, futsal putri, hingga kelas geguritan dan tembang Jawa. Semua kegiatan diarahkan untuk membantu siswa menyalurkan minat dan bakat. ”Kalau anak senang, mereka belajar dengan semangat. Itu filosofi kami,” ungkap Sujiyana.
Keterlibatan orang tua menjadi salah satu kekuatan utama sekolah ini. Pemandangan menarik terlihat ketika jam istirahat tiba, guru-guru berkumpul menikmati kiriman ma- kanan sambil bercengkerama, sementara beberapa orang tua terlihat ikut memantau jalannya kegiatan. ”Orang tua ikut merasa memiliki sekolah ini. Mereka mengirim makanan, ikut hadir, dan bahkan memberi masukan,” jelasnya.
Sujiyana pun menyampaikan harapan agar sekolahnya terus mendapat dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Sekolah, kata dia, siap menerima anak-anak dengan berbagai kemampuan, bukan hanya yang sudah pintar sejak SD. ”Tugas kami adalah memaksimalkan potensi mereka baik akademik, seni, maupun karakter. Harapan kami, SMP Negeri 16 tetap menjadi rumah yang nyaman dan inspiratif bagi semua anak,” ujarnya.
Begitu usai shooting, para siswa berlari kecil mendekati guru. Dengan perpaduan seni, akademik, dan karakter, SMPN 16 Jogja terus memperkuat identitasnya sebagai sekolah unggul yang melahirkan generasi berprestasi, berbudaya, dan berdaya saing. (Sarah Yuni Utami, Aura Hera)