Lewat program itu, para siswa diberikan keterampilan oleh teknisi dari perusahaan manufaktur elektronik asal Jepang tersebut.
Customer Satisfaction Head Division PT. Sharp Electronics Indonesia Lise Tiasanty mengatakan, program Sharp Class merupakan salah satu wujud corporate social responsibility (CSR) di bidang pendidikan.
Bentuknya berupa pelatihan selama dua bulan penuh dari teknisi PT Sharp Indonesia.
SMK N 2 Jogja merupakan sekolah pertama di DIY yang disasar program tersebut. Kegiatan itu melibatkan 25 siswa jurusan teknik audio video dan iwan .
Dia menjelaskan, dalam pelatihan tersebut pihaknya akan mengasah kemampuan siswa dalam hal teknis produk audio video Sharp.
Kemudian juga keterampilan nonteknis. Seperti bagaimana bersikap di dunia kerja hingga etika menghadapi konsumen.
“Kami yakin pelatihan teknis maupun nonteknis dari Sharp Class ini bisa bermanfaat ketika di dunia kerja,” ujar Lise saat ditemui seusai seremoni penandatanganan program kerja Sharp Class.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Yogyakarta Agus Waluyo menyambut baik Sharp Class dari PT. Sharp Electronics Indonesia.
Sebab, program tersebut dapat menjadi jalan bagi siswanya untuk masuk ke dunia kerja.
Agus menilai, dengan pelatihan dari teknisi perusahaan tentu akan menambah kemampuan siswa. Lantaran materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan industri.
Di mana hal tersebut belum tentu bisa didapatkan lewat kurikulum sekolah.
“Ini akan membawa dampak positif bagi anak-anak kami,” katanya. (inu/zam)
Editor : Herpri Kartun