Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SMAN 6 Jogja Gelar  Tes Psikologi sejak Awal, Petakan Minat dan Bakat Siswa Baru

Fahmi Fahriza • Jumat, 18 Juli 2025 | 04:36 WIB

 

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 6 Jogjakarta, Kamis (17/7).
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 6 Jogjakarta, Kamis (17/7).

JOGJA - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 6 Jogja segera berakhir dan menandai segera dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) secara penuh. Namun ada yang berbeda dari sekolah ini, di mana seluruh siswa baru sudah mengikuti tes psikologi yang digelar, bahkan sebelum MPLS dimulai.

Menurut Kepala Sekolah SMAN 6 Jogja Sri Moerni, tes psikologi dilakukan secara menyeluruh dengan tujuan memetakan karakter, minat, dan bakat para siswa.  "Langkah ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk memahami potensi setiap siswa sejak dini," katanya kepada Radar Jogja, Kamis(17/7).

Moerni menuturkan, dengan adanya tes itu bisa memudahkan pihak sekolah untuk nanti mengarahkan siswa pada minat dan bakat, serta kemampuannya apa. Sehingga pendampingan yang diberikan bisa lebih tepat sasaran.

Ia menjelaskan, hasil tes psikologi ini juga dimanfaatkan untuk menyusun pembagian rombongan belajar (rombel). Ia menegaskan, pembagian itu dirancang agar kemampuan siswa tersebar merata, baik akademik maupun non-akademik. "Sehingga tidak muncul stereotip kelas favorit yang kerap terjadi di sejumlah sekolah. Semua kelas sama," tuturnya.

Ia menegaskan, baginya semua siswa itu favorit. Termasuk tahun ini ada 291 siswa baru yang di anggap semuanya punya keunggulan masing-masing.

Yang menarik, tes psikologi ini tidak hanya digelar sekali. Saat para siswa nanti sudah duduk di kelas 11, tes serupa akan kembali dilakukan.  Bedanya, tujuan tes di kelas 11 adalah untuk membantu siswa memetakan arah studi lanjutan, termasuk rencana kuliah atau karier yang sesuai dengan potensi dan minat mereka.

"Tes kedua itu membantu sekolah menyiapkan program pendampingan, pembinaan, dan bimbingan agar siswa lebih siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya," tambahnya.

Secara garis besar, langkah tersebut mendapat sambutan positif dari para siswa baru. Salah satunya Veronica yang merasa lebih diperhatikan dengan adanya tes tersebut.

"Bagus sekali ada tes kayak gini. Jadi sekolah nggak cuma tahu nilai kita, tapi juga tahu kita suka apa, bakatnya di mana," ungkapnya.

Ia berharap, hasil tes psikologi itu juga benar-benar dimanfaatkan sekolah untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, serta membantu siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat.

Dengan kebijakan ini, SMAN 6 Jogja berharap seluruh siswanya dapat berkembang secara lebih optimal, bukan hanya di bidang akademik, tetapi juga non-akademik, sesuai potensi dan karakter masing-masing.

"Harapan kami, semua siswa bisa terfasilitasi secara merata dan merasa dihargai apa pun kelebihannya,"  tandas Sri Moerni. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#SMAN 6 Jogja #MPLS #tes psikologi #masa pengenalan lingkungan sekolah