RADAR JOGJA - Puluhan pelajar dari wilayah Purwakarta dan sekitarnya telah dikirim ke fasilitas pendidikan khusus yang berlokasi di Kompleks Resimen Artileri Medan Sthira Yudha Kostrad, Batalyon Armed 9, Jalan Raya Sadang-Subang, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari.
Langkah ini diambil sebagai bentuk respons terhadap kekhawatiran orang tua dan masyarakat atas meningkatnya keterlibatan remaja dalam kenakalan remaja.
"Ini, Pak, sering ikut tawuran," ujar salah satu orang tua, “Tinggalnya sama neneknya, Pak. Saya kerja, terus terang saya kurang perhatian,” tambahnya dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, pada Kamis (1/5/2025).
Dalam video tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga berdialog langsung dengan beberapa orang tua siswa.
Ia menegaskan bahwa program ini tidak akan memutus status pendidikan anak-anak tersebut.
“Statusnya tetap pelajar. Cuma sekolahnya pindah dari SMP Bungursari ke kompleks Resimen 1 Sthira Yudha. Ibu nanti buat surat pernyataan ya, kesediaan anaknya dititipkan di program pendidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa kebutuhan dasar selama program berlangsung akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
“Nanti makannya disiapin, bu. Jangan khawatir ya, jangan dikasih bekal jajan. Kita sudah mau tanggung semuanya. Jangan dikasih HP, jangan dijenguk,” jelas Dedi.
Dengan menerapkan pola hidup yang teratur, Dedi berharap bahwa program ini dapat membangun kebiasaan yang positif bagi pelajar.
“Dengan pola pendidikan ketat, tanpa HP, tiap hari makannya bergizi, tidurnya nanti jam delapan malam, bangunnya jam empat, habis itu salat subuh, sarapan, olahraga,” terang Dedi.
Beberapa orang tua siswa mengungkapkan harapan agar program ini dapat membawa perubahan positif bagi anak-anak mereka.
Pasalnya beberapa orang tua mengeluhkan meskipun anaknya tampak baik di rumah, pergaulan di luar seringkali mempengaruhi sikap dan tindakan anaknya.
Sehingga muncul kekhawatiran perihal perilaku anak terhadap pergaulan bebas.
Mereka berharap program ini dapat berjalan optimal dan membawa dampak positif khususnya bagi pergaulan remaja dewasa ini.
Untuk diketahui, program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyediakan solusi nyata atas permasalahan sosial yang melibatkan remaja, dengan tetap mengedepankan hak anak atas pendidikan. (Fadel Muhammad)