Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mulai 2026 Siswa di Kota Magelang Gratis Naik Angkot, Mobil Dipasangi GPS hingga Sopir Dilarang Merokok

Naila Nihayah • Rabu, 30 April 2025 | 10:40 WIB
Kepala Dishub Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi.
Kepala Dishub Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi.

 



MAGELANG - Pemkot Magelang tengah ancang-ancang untuk menyelenggarakan program angkot gratis bagi siswa. Dengan sasaran sekitar 3.000 siswa dari tingkat SD hingga SMA. Nantinya, program tersebut bakal diujicobakan pada akhir tahun mendatang dan resmi berjalan awal 2026.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, pemkot segera merealisasikan program angkot gratis bagi pelajar di kotanya. Program tersebut merupakan salah satu janji kampanye sebelum dirinya menjabat.

Sehingga dia berkomitmen untuk merealisasikannya. "Yang pasti di 2026 (berjalan). Itu (program angkot gratis) sudah kami bahas," sebutnya, Selasa (29/4).

Baca Juga: Habiskan APBD Rp 55 Miliar Hotel Ganesha Belum Beroperasi, Bangunan Mulai Bocor dan Tembok Retak

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi menyebut, program itu menyasar sekitar 3.000 siswa se-Kota Magelang. Selain mengutangi angka kecelakaan lalu lintas, kebijakan ini juga bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.

Dia menuturkan, angkot ini dapat dimanfaatkan oleh siswa dari jenjang SD hingga SMA untuk pergi dan pulang dari sekolah. Termasuk berangkat les. Dengan catatan, les itu berlangsung selama jam operasional penjemputan dan pengantaran sekolah. Nantinya, dishub juga bakal mengatur terkait jadwal keberangkatan angkot.

Sebab, kata Candra, selain melayani siswa sekolah, angkot-angkot tersebut juga akan melayani penumpang umum. Dia mencatat, sudah ada sekitar 100 angkot dari tiga perusahaan yang memenuhi keriteria untuk mengikuti program angkot gratis tersebut.

Baca Juga: Punya Berbagai Masalah! Tomira di Simpang Ngepalang Sentolo Kulon Progo Gunakan Tanah Kas Desa, Apresial Harga Tak Berjalan

Sementara jumlah angkot yang beroperasi di Kota Magelang mencapai 300 unit. Nantinya, dishub juga bakal menyeleksi masing-masing angkot agar sesuai dengan kriteria. Karena rencananya, setiap angkot akan dipasang global positioning system (GPS).

Selain itu, lanjut dia, angkot harus dinyatakan laik jalan dan sopir mengantongi surat izin mengemudi (SIM). Lalu, sopir juga harus dalam kondisi sehat, baik jasmani maupun rohani. Yang terpenting, kata Candra, selama mengemudi, sopir dilarang merokok. "Intinya mereka harus memberikan pelayan yang ramah kepada anak-anak," ujar dia.

Candra menambahkan, angkot tersebut akan diberi penanda agar siswa tidak salah dalam memilih angkot. "Kami menerapkan sistem sewa kepada angkot tersebut dengan nilai sekitar Rp 150 ribu per hari untuk setiap angkot," sambungnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#dishub #dAMAR PRASETYONO #siswa sekolah #gps #gratis #rokok #sopir #naik angkot #Kota Magelang