JOGJA - Yogyakarta diperkirakan akan kedatangan lebih dari satu juta wisatawan selama libur Lebaran.
Selain kesiapan dari pelaku industri pariwisata, wisatawan juga perlu membuat perencanaan perjalanan agar liburan lebih nyaman dan aman.
Dosen prodi bisnis perjalanan wisata sekolah vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi mengatakan, wisatawan sejatinya perlu membuat perencanaan perjalanan yang matang.
“Banyak yang datang secara spontan, baru memikirkan tujuan wisata setelah sampai di Jogja. Ini kurang bijak, karena saat Lebaran hampir semua tempat penuh,” ujarnya kepada Radar Jogja Selasa (25/3/2025).
Ia menyarankan wisatawan untuk memantau arus lalu lintas, mencari rute alternatif, serta memahami karakteristik destinasi yang akan dikunjungi.
Khusus untuk wisata pantai, wisatawan perlu mengetahui apakah pantai tersebut aman untuk berenang atau lebih cocok untuk kuliner dan edukasi.
Baca Juga: Pengangguran di Sleman Bisa Ikuti Program Padat Karya, Berbayar hingga Rp 95 Ribu per Hari
"Itu saya rasa perlu dipahami. Agar destinasi yang didatangi juga selaras dengan yang diinginkan," pesannya.
Selain itu, Ghifari juga menyoroti soal hospitality atau penginapan. Ia menyarankan wisatawan memesan hotel jauh-jauh hari agar mendapat lokasi strategis dengan harga yang lebih terjangkau.
"Misal sudah punya daftar destinasi. Maka bisa pesan hotel yang jaraknya lebih dekat, karena makin dekat libur harganya juga makin naik," jelasnya.
Salah satu wisatawan, Reza Hidayat dari Ngawi, Jawa Timur, berencana mengunjungi Jogja pada H+2 atau H+3 Lebaran.
“Saya sekalian silaturahmi ke saudara di Jogja. Soal destinasi, nanti istri yang menentukan,” ujarnya.
Reza sendiri memilih menginap di rumah saudaranya untuk menghindari lonjakan harga hotel.
“Saudara saya malah menyarankan menginap di rumahnya saja, jadi lebih aman,” tambahnya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita