Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cerita Para Dosen ASN yang Tukin Tak Kunjung Cair dari Pemerintah, ’Ngamen’ Ngajar di Kampus Lain hingga Jadi Sopir Ojol

Fahmi Fahriza • Kamis, 23 Januari 2025 | 05:55 WIB
Caption: Puluhan dosen di bawah naungan LLDIKTI Wilayah V menyuarakan hak Tunjangan Kinerja (Tukin) mereka yang tak kunjung turun
Caption: Puluhan dosen di bawah naungan LLDIKTI Wilayah V menyuarakan hak Tunjangan Kinerja (Tukin) mereka yang tak kunjung turun

 

 

JOGJA - Permasalahan tunjangan kinerja (Tukin) yang tak kunjung cair bagi para dosen aparatur sipil negara (ASN), akhirnya membuat mereka harus berpikir ekstra untuk bisa memperoleh pundi-pundi pemasukan tambahan.

 

 

Kewajiban dosen sesuai tri dharma perguruan tinggi mulai dari pendidikan, penelitian hingga pengabdian masyarakat. Tapi belum tentu semua dosen bisa menjalankannya. Kesejahteraan jadi pangkal persoalannya.

 

Banyak dari mereka yang akhirnya mengambil atau menambah pekerjaan-pekerjaan tambahan, sekalipun pekerjaan tersebut tidak ada korelasinya dengan konteks pendidikan.

Secara garis besar, dia mengaku tidak terdampak langsung dengan ukin yang masih belum jelas implementasi dan pencairannya. Sebagai sesama akademisi, Sujibto mengaku tukin sejatinya memang hak, dan sudah semestinya didapat oleh para dosen.

"Soal tukin, itu murni kesalahan. Karena itu kan hak, tapi entah bagaimana kok tidak dibayar oleh pemerintah," tuturnya.

 

Koordinator wilayah Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) Jogja Titis Setyono Adi Nugroho mengungkapkan, ia banyak melihat fenomena, sekaligus mengalami sendiri, di mana para dosen terpaksa mengambil pekerjaan sambilan untuk memenuhi kebutuhan bulanannya. "Banyak sekali, apalagi saat pandemi, kalau sekarang semoga tidak terlalu banyak yang melakukan," katanya.

 Baca Juga: Bank BPD DIY dan Klinik Utama Mata “Dr. YAP” Magelang Teken PKS Pelayanan Keuangan

Titis menyebutkan, beberapa pekerjaan sampingan yang diambil para dosen, bahkan tidak selalu korelatif dengan konteks pendidikan. Seperti menjalankan event organizer (EO), jual beli mobil, bahkan ada beberapa dosen yang menjadi ojek online dengan mobil. "Banyak yang ambil peruntungan atau kesempatan lain di luar jam mengajar, karena itu juga cerita saya sendiri," ungkap dosen ISI Jogjakarta ini.

 

Mewakili ADAKSI Jogja, Titis berharap agar tukin yang merupakan hak para dosen, bisa segera cair, sehingga pekerjaan sambilan yang terpaksa dilakukan tersebut bisa dikurangi atau disudahi. "Kalau tukin sudah cair, para dosen bisa lebih fokus untuk mengajar dan produktif," bebernya. (pra)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#LLDikti Wilayah V #ngamen #dosen asn #UIN Sunan Kalijaga #dosen #remunerasi #tukin #BLU #Jogjakarta