RADAR JOGJA - Sebanyak 10.678 mahasiswa baru (maba) UGM memadati Lapangan Pancasila depan Grha Sabha Pramana (GSP) UGM kemarin (3/8). Menreka mengikuti penutupan Pionir UGM 2024 dengan menampilkan beragam atraksi koreografi.
Menunjukkan semangat juang sebagai mahasiswa baru, sinergi kolaborasi antarsesama, hingga simbolis bundaran UGM sebagai pintu masuk mahasiswa baru meraih cita-cita mereka. Ditutup dengan penampilan Putri Ariani membawakan lagu Mimpi dan Who I Am.
Wakil rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM Ajie Sujito berpesan, menjadi maba hanyalah sebuah awal dari perjalanan yang masih sangat panjang. Oleh karena itu, mereka diminta untuk bisa tangguh dan berkomitmen terus belajar serta mengembangkan diri. "Jadikan UGM sebagai tempat untuk membentuk karakter, kalian harus tangguh di sini," tegasnya.
Dia juga mengajak mahasiswanya untuk berkontribusi dalam hal-hal yang riil dan kontekstual. "Kita harus berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan, isu sampah, serta perwujudan dari Sustainable Development Goals (SDGs)," ajaknya.
Penutupan Pionir UGM ini juga turut disaksikan oleh ratusan orang tua. Mereka rela menunggu di seputaran lapangan hingga selesainya acara. Seperti yang dilakukan oleh Ernawati. "Bangga dan senang sekali atas pencapaian anak saya (jurusan manajemen, Red), jadi saya sengaja luangkan waktu datang ke sini," tutur perempuan asal Godean ini. (iza/eno)