RADAR JOGJA - SMAN 10 Jogja berupaya untuk meminimalisasi potensi kenakalan atau hal negatif dari siswanya. Oleh karena itu, siswa baru wajib untuk mengikuti ekstrakulikuler (ekskul) di sekolah.
"Ketika mereka ikut ekskul, setelah kegiatan capek dan langsung pulang ke rumah, tidak aneh-aneh," kata Kepala SMAN 10 Jogja Sri Moerni Kamis (18/7).
Langkah ini, telah dilakukan selama bertahun-tahun. Dengan 15 ekskul aktif yang disediakan sekolah. Yakni futsal, basket, pecinta alam, PMR, pencak silat, tari, membatik, modern dance, fotografi, desain grafis, kelompok ilmiah remaja, jurnalistik, teater, pleton inti, dan paduan suara. "Kami juga ada ekskul berbasis budaya, yakni pranata acara dan macapat," ucapnya.
Siswa bisa mengikuti salah satu ekskul yang ada. Kemudian ekskul lainnya yang bersifat wajib adalah Pramuka.
Sri berharap, dengan diwajibkannya siswa mengikuti ekskul tersebut akan berdampak positif pada perkembangan siswa secara umum. Dia sendiri sebagai guru sekaligus orang tua juga khawatir jika sepulang sekolah siswa masih berkeliaran dan tidak langsung pulang.
"Bahaya kan kalau pulang sekolah mereka tidak bisa dipantau, kalau di sekolah kan bisa dipantau," sebutnya.
Sementara itu, siswa baru SMAN 10 Jogja Alma Shabrina mengaku, sudah memiliki beberapa pilihan ekskul. Namun dia juga masih ingin berdiskusi lebih lanjut dengan orang tuanya terkait ekskul yang akan diambil. "Sejauh ini tertarik ke basket, modern dan sama paduan suara," ungkapnya.
Secara pribadi, Alma tidak keberatan dengan aturan diwajibkannya mengikuti ekskul. Dia justru antusias untuk bisa segera memulai proses kegiatan belajar mengajar (KBM), termasuk mengikuti ekskul. "Mungkin karena memang aku suka berkegiatan, jadi senang-senang saja," tandasnya. (iza/eno)