Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

KBM Sekolah Dimulai,  Sarang Lidi Ingatkan Orang Tua Update dan Kenali Potensi Pungli

Fahmi Fahriza • Senin, 15 Juli 2024 | 04:09 WIB
SUDAH MASUK - Hari pertama kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung di SMP Stella Duce 1 Jogja setelah libur lebaran Senin (15/4/2024)
SUDAH MASUK - Hari pertama kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung di SMP Stella Duce 1 Jogja setelah libur lebaran Senin (15/4/2024)

RADAR JOGJA - Kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk tingkat SMP dan SMA di DIJ secara resmi dimulai hari ini (15/7). Diawali dengan agenda masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Sekretaris Persatuan Orang Tua Peduli Pendidikan (Sarang Lidi) Yuliani menyebut, ketika KBM telah dimulai, potensi adanya praktik pungutan liar (pungli) dikhawatirkan akan ada dan terjadi di beberapa sekolah.  "Dalam upaya pencegahan, kami akan terus mengawal tahun ajaran baru 2024 ini," katanya kemarin (14/7).

Ia menegaskan, orang tua siswa baru juga harus update dan proaktif untuk mengetahui apa saja potensi dan contoh-contoh praktik pungli. Menurutnya, pemahaman itu jadi salah satu preventif utama guna mencegah adanya pungli di sekolah.

Dikatakan, kasuistik yang umum terjadi adalah praktik pungli yang turut melibatkan peran paguyuban orang tua. Salah satunya untuk pengadaan seragam secara kolektif. "Seragam harus beli sendiri. Sekolah dan dinas juga sudah imbau. Banyak orang tua belum teredukasi soal potensi pungli pada pengadaan seragam ini," paparnya.

 Ia merinci selain modus pengadaan seragam, kasus pungli yang juga kerap ditemui adalah modus uang sumbangan. Di mana biasanya sekolah akan meminta pungutan untuk keperluan operasional sekolah.

"Padahal kegiatan operasional sekolah sudah dibiayai oleh BOS dan Bsoda. Biasanya sekolah bilang dananya kurang, tapi tidak mau share kurangnya seperti apa. Lagu lama itu," ucapnya.

Sejauh ini ia sendiri mengapresiasi jajaran Dinas Pendidikan yang punya tindakan tegas pada setiap upaya pungutan liar. Dia turut berharap, tindakan yang tegas bisa terus dilakukan agar praktik pungli tidak lagi terjadi.

"Kalau ada yang melanggar peraturan, ya copot saja kepala sekolahnya. Kalau sanksi tidak diterapkan, sampai kapan pun ini tidak akan selesai," lontarnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kota Jogja Budi Asrori juga memberi penegasan akan terus melakukan sosialisasi dan monitoring pada sekolah-sekolah terkait praktik pungli. Selain sosialisasi secara berkala, surat edaran juga telah dikeluarkan dan menyatakan bahwa tidak boleh ada pungutan apapun dari pihak sekolah.

"Selain itu kan dana Bosda juga naik tahun ini jumlahnya. Jadi jangan sampai ada pungli. Kami juga terus cek data dan fakta, sejauh ini belum ada laporan dan semoga tidak ada," tandasnya. (iza/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#KBM #Sekolah #Pungli #BOS