RADAR JOGJA - Semakin menjamurnya fenomena kidfluencers atau konten kreator anak di platform media sosial menjadi aspek yang dijadikan kajian oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mereka tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM RSH) dan dinyatakan lolos untuk mendapatkan pendanaan nasional dari Kemendikbudristek.
Tim tersebut diketuai oleh Nastiti Dyah Lestari, dan beranggotakan Dewi Ayu Indahsari, Ilham Aji Ramadhan, Aliya Rica Khasanah, dan Alya Zhurifa, serta dosen pendamping Dr. Filosa Gita Sukmono dari Ilmu Komunikasi, Fisipol UMY.
Nastiti menerangkan, timnya melakukan riset berjudul Komersialisasi Kidfluencers: Kajian Sosiokultural Fenomena Konten Kreator Anak di TikTok. Diakuinya, pemilihan isu tersebut dilatarbelakangi oleh dominasi konten pada For Your Page (FYP) TikTok yang mana belakangan kian banyak menampilkan para balita dan anak, sehingga ia melihat ada persoalan komersialisasi anak.
"Kami lihat mayoritas konten yang muncul pada TikTok itu anak-anak atau balita mempromosikan produk, kami lihat belum banyak yang menyuarakan, ini adalah bentuk komersialisasi anak," terang Nastiti, Kamis (6/6).
Ia berharap, riset tersebut tidak hanya bermanfaat secara teoritis, tetapi juga secara praktis kepada masyarakat melalui campaign dengan online media literasi. "Nanti ada policy brief yang dijadikan acuan dan kebijakan KPAI, guna melindungi anak dari bentuk komersialisasi dan ekspolitasi digital," ungkap Nastiti.
Sementara itu, Filosa selaku dosen pendamping mengaku bangga dan sepenuhnya mengapresiasi karena lolosnya tim kidfluencers. "Hal yang membuat riset ini layak dan patut ditunggu sebab melibatkan anak di konteks komersialisasi dengan perspektif sosiokultural," tandasnya. (iza/pra)