RADAR JOGJA - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih akan mengumpulkan semua kepala sekolah (kepsek) dan Guru Bimbingan Konseling (BK) se Bantul.
Itu menindaklanjuti kasus penyerangan yang terjadi di SMPN 1 Kasihan Bantul, Kamis (30/5). Pemkab Bantul mengklaim memiliki data pelaku tawuran di wilayahnya.
Halim mengklaim , Pemkab Bantul sudah mengantongi data nama-nama siswa se-kabupaten Bantul berserta alamatnya yang sering bermasalah. Termasuk terkait pelaku tawuran.
"Kami telah memiliki data itu dari sekolah. Sehingga kami tidak sulit untuk menemukan siapa pelaku itu," lontarnya saat ditemui di Dusun Kanutan, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, Sabtu (1/6).
Mantan Wakil Bupati Bantul itu menyebut, untuk melakukan suatu penanganan tawuran antar pelajar itu tidak bisa hanya mengandalkan pihak kepolisian saja.
Tetapi hal itu perlu juga adanya keterlibatan dari pihak sekolah dan orang tua siswa."Sebenarnya tidak sulit, karena sekolah punya datanya bahkan dari kepolisian pun juga punya datanya," ungkapnya.
Karena itu, dia akan segera mengumpulkan kembali para kepsek dan guru BK di Bantul. "Untuk diberikan sosialisasi agar mencegah terjadinya tawuran antarpelajar," katanya.
"Nantinya para guru dan kepala sekolah akan kembali diingatkan tugas mereka agar bisa menjaga kondusifitas para siswa."
Halim mengaku, Pemkab Bantul sudah sering mengumpulkan seluruh kepsek yang ada di Kabupaten Bantul.
Termasuk agar bisa fokus dalam menangani dan mencegah kenakalan pelajar, khusus tawuran antarpelajar.
Sebelumnya Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto mengaku, sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya tawuran ataupun penyerangan ke sekolah.
Seperti halnya yang terjadi di SMPN 1 Kasihan. Di antaranya dengan selalu melakukan pembinaan melalui sekolah.
"Bahkan, kami juga melibatkan polisi dan kejaksaan untuk masuk sekolah melakukan pembinaan," jelasnya.
Sebenarnya, lanjut mantan Kepala Dinas Kebudayaan Bantul itu, disdikpora sudah mengajak berbagai pemangku wilayah dan paguyuban orang tua siswa untuk melakukan pencegahan kenakalan remaja.
Terlebih ada beberapa sekolah di Bantul yang letaknya berbatasan dengan wilayah lain seperti Kota Jogja ataupun Sleman.
"Peran orang tua sangat penting untuk bersama-sama membimbing anak-anaknya agar tidak melakukan hal seperti itu," kata Nugroho. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo