Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dianggap Sulit Membaca Tulisan Resep Dokter, Fajar Agung Dwi Hartanto Suka Menjelaskan yang Sulit Dibaca

Heru Pratomo • Jumat, 26 April 2024 | 17:35 WIB
Fajar Agung Dwi Hartanto
Fajar Agung Dwi Hartanto

RADAR JOGJA - Tidak semua orang punya kemampuan membaca tulisan resep dokter. Tapi bagi Fajar Agung Dwi Hartanto, membaca tulisan yang sulit itu cukup mudah.


Kepala Program Pendidikan (Kaprodi) STIKES Notokusumo Yogyakarta apt. Fajar Agung Dwi Hartanto, M.Sc mengatakan, tulisan resep dokter atas diagnosis penyakit tertentu memang kerap terkesan sulit dibaca.

"Itu ada alasannya, agar tidak semua orang bisa membacanya. Karena resep itu khan, surat perintah penyediaan obat dari dokter kepada tenaga kefarmasian," kata Fajar Agung Dwi Hartanto Kamis (25/4).


Perlu diketahui, ketika dokter mulai menanyakan apa yang dialami pasien, dokter sudah harus mulai menulis gejala yang dirasakan. Menulis sekaligus mendiagnosis kondisi pasien tidak mudah, sehingga tulisan dokter seolah berantakan atau sulit terbaca. "Di kampus sendiri ada meteri kuliah yang mempelajari tentang resep," ucapnya.


Alumnus S2 Ilmu Farmasi Universitas Gadjah Mada Jogjakarta itu melanjutkan, karena tulisan dokter biasanya seadanya tapi kebanyakan apoteker sudah mengerti. Ada kalanya obat yang dipakai adalah kombinasi. “Jadi, apoteker juga sudah mendapat ilmu tentang kombinasi obat apa yang dimaksud dokter," ungkapnya.


Menurut dia, risiko kesalahan penulisan resep dari tulisan dokter untuk dibaca apoteker terbilang kecil. Kalau kurang jelas, apoteker bisa komunikasi lanjutan dan memastikan lagi dosis serta obat yang akan diberikan ke pasien. (gun/pra)

 

Editor : Satria Pradika
#Kampus #universitas gadjah mada #tulisan resep dokter #stikes #Kaprodi