Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Punya Cita-Cita Jadi Dokter Hewan, Kalian Harus Pamahami Seluk Beluk Kuliah di FKH UGM Yogyakarta

Bahana. • Senin, 8 April 2024 | 16:55 WIB

Ilustrasi Dokter hewan
Ilustrasi Dokter hewan
RADAR JOGJA - Punya cita-cita ingin menjadi seorang dokter hewan? jika  iya, maka perlu mengetahui informasi soal seluk beluk kuliah di S1 Pendidikan Kedokteran Hewan.

Sedikit informasi, hingga tahun 2024 ini, ada 13 perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan kedokteran hewan.

Selain di Universitas Gadjah Mada, pendidikan yang sama diselenggarakan di Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Udayana Bali, dan Universitas Hasanudin Makassar.

Di UGM, pendidikan kedokteran hewan diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) sejak 20 September 1946 atau 77 tahun lalu.

Hingga saat ini, FKH UGM  telah meluluskan 6.215 dokter hewan.

Di seluruh Indonesia, total jumlah Dokter Hewan yang terdata di Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) tercatat kurang lebih ada 13.500 Dokter Hewan, artinya hampir separuhnya merupakan lulusan dari FKH UGM.

Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D, mengatakan pendidikan sarjana kedokteran hewan bertujuan untuk mendidik calon dokter hewan yang cakap, unggul, dan mempunyai kemampuan excellent veterinarian yang mampu bersaing di tingkat global dan internasional.

“Kita selalu berkomitmen menyelenggarakan pendidikan tinggi yang unggul dan inovatif, diharapkan bisa menghasilkan lulusan dokter hewan yang unggul, mandiri, bermartabat, dan dijiwai Pancasila serta mengabdi kepada kepentingan dan kemakmuran bangsa,” kata Dekan FKH, Jumat (5/4) lalu.

Selama 77 tahun berdiri, ujarnya, FKH UGM selalu berusaha memberikan kontribusi terbaik bagi peningkatan kualitas pendidikan kedokteran hewan dan bidang kesehatan hewan secara luas di Indonesia. 

Bahkan untuk meningkatkan kualitas akademik bertaraf internasional, program studi S1 Pendidikan Sarjana Kedokteran Hewan telah mendapat akreditasi internasional ASIIN pada 2019 lalu.

Di sisi lain,  untuk menunjang kompetensi mahasiswa,  FKH UGM juga memiliki Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi yang selama ini dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk pendidikan jenjang profesi koasistensi reproduksi,  dinas, diagnosa laboratorik, interna hewan kecil, bedah radiologi, dan manajemen rumah sakit hewan.

Tidak hanya itu, FKH UGM juga memiliki fasilitas teaching farm yang berada di Playen, Gunungkidul, kandang umbaran kuda, kandang burung, dan kandang ayam merdeka.

 “Sedangkan fasilitas untuk belajar di luar kelas, FKH juga membangun gazebo hijauan ternak, coworking space, dan ruang sekretariat UKM Mahasiswa,” paparnya.

Ditanya soal tingkat persaingan masuk prodi S1 Pendidikan Kedokteran Hewan, Dekan menyampaikan jumlah peminat pada tahun 2023 lalu sebanyak 2.890 orang dan kuota  yang diterima sebanyak 230 orang.

Namun yang melakukan registrasi 216, “Artinya rasio peminat dan yang diterima, rata-rata 12,6 orang memperebutkan satu kursi,” kata Dekan.

Berdasarkan data jumlah mahasiswa S1 yang masuk tahun 2023 tercatat 216 orang, 19 orang diantaranya berasal dari Malaysia.

Sedangkan untuk masa studi, Pendidikan S1 Pendidikan Kedokteran Hewan dapat ditempuh selama 48 bulan dan Pendidikan Profesi Dokter Hewan diselesaikan selama 18 bulan.

Bramasta Cahyo (21), mahasiswa S1 FKH UGM, mengaku bahwa kuliah di FKH UGM sudah menjadi keinginannya sejak di bangku sekolah menengah atas.

Pria kelahiran Surakarta ini mengatakan dengan menjadi dokter hewan ia nantinya akan lebih banyak bekerja di lapangan.

Bram mengaku tidak begitu menyukai bekerja seperti orang kantoran.

Selain itu, ia berkeinginan ingin membuka klinik praktik dokter hewan. “Dalam  bayanganku, nanti bisa menjadi dokter hewan klinis dan punya klinik sendiri,” ujarnya.

Saat mendaftar tes masuk FKH UGM,  Bram membayangkan dirinya lebih banyak menghabiskan waktu kuliah di ruang kelas dan laboratorium.

Namun kenyataan yang ia temukan berbeda.

Suasana kampus yang sejuk dan rindang di sekitar kampus,  ditambah fasilitas kandang hewan untuk hewan besar dan hewan kecil seperti reptil dan primata menjadikan ia betah berlama-lama di kampus.

“Suasananya sangat beda seperti yang kubayangkan. Di sini banyak pohon, banyak sapi, kambing, dan hewan piaraan lainnya. Jadi benar-benar mirip seperti pedesaan,” ujarnya.

 

Editor : Bahana.
#ugm yogyakarta #dokter hewan