RADAR JOGJA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengeluarkan sebuah kebijakan baru yang akan memberikan dampak signifikan terhadap kurikulum di jenjang pendidikan dari PAUD hingga sekolah menengah.
Melalui Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, pemerintah memberikan ruang lebih untuk pengembangan potensi peserta didik dengan memasukkan Pramuka sebagai salah satu kegiatan yang dapat dipilih dan diikuti.
Peraturan tersebut, yang ditetapkan pada 25 Maret 2024 di Jakarta dan mulai berlaku sejak 26 Maret 2024, menggantikan dan menganulirkan Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan.
Hal ini mengubah status Pramuka dari kegiatan ekstrakurikuler wajib menjadi pilihan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Keputusan ini menimbulkan perbincangan luas di kalangan akademisi dan masyarakat, termasuk dari pihak terkemuka seperti Prof. Mahfud MD.
Melalui akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd, Prof. Mahfud MD menyuarakan keprihatinan terhadap posisi Pramuka di sekolah.
Ia meminta kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, agar Pramuka tetap mendapat perhatian utama dan dijadikan ekstrakurikuler wajib.
"Saya berharap agar Mendikbud-Ristek Pak Nadiem Makarim mempertimbangkan agar Pramuka tetap diberi tempat penting di sekolah kita. Jadikan Pramuka sebagai Ekstrakurikuler wajib," tulis Prof. Mahfud MD di akun Twitternya, dikutip pada Kamis (4/4).
Prof. Mahfud MD juga membagikan pengalamannya yang terlibat dalam gerakan Pramuka, termasuk saat ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
Ia mengusulkan untuk memperkuat dan meningkatkan posisi Pramuka serta anggarannya.
"Saya adalah alumni Pramuka Gudep 449 Yogyakarta. Saat di Kemenko Polhukam, saya malah mengusulkan agar Pramuka dikuatkan posisinya dan dinaikkan anggarannya," tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Mahfud MD mengemukakan bahwa Pramuka memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman filosofi pendidikan di Indonesia untuk mencerdaskan siswa.
"Filosofi pendidikan kita mencerdaskan kehidupan yang mencakup 'otak' dan 'watak', intelektualitas dan moralitas, skill dan kelembutan hati. Di Pramuka, anak-anak mendapatkan persahabatan, cinta sesama, cinta alam, cinta tanah air, dan nilai-nilai kemanusiaan serta keindonesiaan lainnya. Tolong, Pak," pungkasnya.
Editor : Bahana.