SLEMAN - Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Gadjah Mada (UGM) meneliti pengaruh weton dalam proses pencapaian prestasi akademik mahasiswa.
Penelitian mencoba menghubungkan antara kepercayaan weton dengan proses pencapaian prestasi akademik.
Weton ialah hari lahir seseorang yang merupakan produk budaya Jawa.
Digunakan sebagai patokan ramalan berdasarkan pada kebiasaan masyarakat Jawa melalui ilmu titen yang sudah digunakan nenek moyang sejak dahulu.
Termasuk mengacu pada kondisi dan tanda-tanda yang diberikan oleh alam sekitar.
Ketua Tim PKM-RSH UGM Laras Tristant mengatakan penanggalan weton digunakan oleh masyarakat Jawa bukan hanya sebatas ramalan, kecocokan, dan penentuan hari baik saja.
Namun juga digunakan sebagai arah meningkatkan keberuntungan dalam meraih suatu pencapaian.
“Berangkat dari fenomena tersebut, kami mengangkat topik weton untuk melihat keterhubungan antara sistem pertanggalan Jawa kuno dengan proses pencapaian di kehidupan sehari-hari,” jelasnya, Selasa (7/11/2023).
Penelitian melibatkan 100 responden yang merupakan mahasiswa UGM berasal dari suku Jawa.
Mereka menghasilkan tiga langkah mitigasi untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam proses pencapaian prestasi akademik.
Yakni berupa motivasi, pengingat, dan peringatan.
Berdasarkan hasil penelitian, Laras menyampaikan seseorang dengan sifat bawaan positif bisa menjadikan tafsiran sebagai motivasi untuk mendorong proses pencapaian prestasi akademik.
Sedangkan sifat bawaan seseorang dengan kecenderungan negatif dapat digunakan sebagai peringatan untuk mengantisipasi hal buruk yang bisa terjadi dalam hal akademik.
"Sementara sifat bawaan seimbang antara baik dan buruknya dapat digunakan sebagai pengingat pada individu untuk digunakan sebagai motivasi atau sebagai peringatan bagi diri sendiri," jelasnya.
Sementara itu, latar belakang penelitian berangkat dari fenomena lunturnya kebudayaan Jawa di tengah masyarakat.
Tidak terkecuali menyoal penanggalan Jawa ini.
Apalagi, selama ini Weton dipahami sebagai penentuan hari baik untuk melakukan acara-acara tertentu.
Misalnya penentuan hari pernikahan dan sering dihubungkan dengan hal-hal yang gaib atau mistis.
Kondisi ini diperkuat dengan adanya film-film horor yang bertemakan weton.
Tim yang diketuai oleh Laras Tristant ini beranggotakan Muhammad Fernanda Dhiyaul Hak dan Nurvania Rachmah dari Fakultas Ilmu Budaya, serta Sutan Adam Kusuma Tanaka dari Fakultas Filsafat. Dengan pembimbing Fahmi Prihantoro. (lan).
Editor : Bahana.