Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Miliki LP2B, Pemkab Kulon Progo Berharap Ada Insentif dari Pemerintah Pusat

A
Penulis: Anom Bagaskoro❯
MENGOLAH: Petani di Wijimulyo, Nanggulan melakukan penanaman padi menggunakan alat pertanian sederhana. ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA 
MENGOLAH: Petani di Wijimulyo, Nanggulan melakukan penanaman padi menggunakan alat pertanian sederhana. ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA  

Advertisement

KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo telah memastikan kecukupan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang diinstruksikan pemerintah pusat. Di balik itu, pemkab berharap agar pemerintah pusat juga memberikan insentif ke daerah yang telah memenuhi LP2B.

Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menjelaskan, pemenuhan LP2B di Bumi Binangun telah terlaksana. Kebijakan LP2B berasal dari instruksi pemerintah pusat. Pemerintah daerah diminta menyediakan kuota wajib 87 persen lahan baku sawah (LBS) yang dirubah menjadi LP2B.

"Kulon Progo ditargetkan memiliki 11 ribu hektare LBS yang berubah menjadi LP2B," ucapnya, Jumat (12/6/2026).

Jumlah luasan LBS telah ditentukan sesuai wilayah per provinsi. Dalam hal ini, DIY ditargetkan memiliki 66 ribu hektare LBS yang dibagi pada lima kabupaten kota. Pemkab Kulon Progo dianggap telah berhasil menyediakan luasan LBS dan LP2B yang cukup.

Bahkan lebih jauh dari itu, pemkab mengantongi 16 ribu hektare LBS. Lima ribu hektare LBS digunakan sebagai cadangan, apabila terjadi pembangunan masih yang menyebabkan alih fungsi lahan.

Advertisement

Kendati begitu, diharapkan ada timbal balik atas pemenuhan itu. Lantaran, LP2B di Bumi Binangun berasal dari lahan sawah milik masyarakat. Alhasil, potensi alih fungsi lahan akibat pembangunan oleh masyarakat dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Kami berharap ada insentif baik fiskal atau program dari pusat," ungkapnya.

Adapun insentif fiskal yang diharapkan pemerintah daerah dimaksudkan untuk menahan laju alih fungsi lahan. Caranya, pemerintah daerah dapat meringankan pajak bumi bangunan (PBB) pada lahan masyarakat yang masuk LP2B. Cara ini, dinilai efektif dalam menekan laju alih fungsi. (gas/wia) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hasil TKA SD SMP Kulon Progo Tembus 10 Besar Nasional

Hasil TKA SD SMP Kulon Progo Tembus 10 Besar Nasional

Hasil tes kemampuan akademik jenjang SD dan SMP di Bumi Binangun berhasil menembus jajaran 10 besar nasional. Torehan ini dinilai berasal dari kesiapan siswa dan pengalaman penyelenggaraan asesmen standardisasi...

Harga Pupuk Nonsubsidi Naik 50 Persen, Petani Holtikultura di Kulon Progo Makin Tercekik

Harga Pupuk Nonsubsidi Naik 50 Persen, Petani Holtikultura di Kulon Progo Makin Tercekik

Harga pupuk nonsubsidi di Bumi Binangun terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Tercatat kenaikan menyentuh 50 persen. Hal ini membuat petani holtikultura makin tercekik, akibat membengkaknya biaya...

Harga BBM Hingga Oli Naik, Pelaku Usaha Sektor Otomotif di Kulon Progo Mulai Tercekik

Harga BBM Hingga Oli Naik, Pelaku Usaha Sektor Otomotif di Kulon Progo Mulai Tercekik

Kenaikan harga pada komoditas berbahan minyak bumi mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha di bidang otomotif. Lantaran, harga BBM hingga oli mesin terus mengalami kenaikan. Kepala Bengkel Binangun Aneka Usaha...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer