Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gelar Konferensi Internasional, Universitas Terbuka Bahas Tantangan dan Peluang Artificial Intelligence

Wulan Yanuarwati • Senin, 23 Oktober 2023 | 22:02 WIB
EFISIEN: Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
EFISIEN: Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)

 

SLEMAN - Artificial intelligence atau kecerdasan buatan dinilai menjadi peluang sekaligus tantangan bagi beberapa aspek kehidupan, khususnya bidang pendidikan.

Universitas Terbuka menggelar 3rd International Conference on Innovation in Open and Distance Learning (INNODEL 2023), mengambil tajuk peluang dan tantangan Artificial Intelligence.

Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat mengatakan, baik buruknya artificial intelligence tergantung bagaimana cara melihat dan mendefinisikan. Bisa menjadi peluang sekaligus tantangan, khususnya di bidang pendidikan.

"Justru, AI sangat mendukung berbagai aktivitas kegiatan masyarakat, bukan hanya bidang pendidikan tapi juga bidang lainnya. AI akan membantu kehidupan manusia, lebih efisien, lebih sederhana," ujarnya pada pembukaan INNODEL 2023 di Royal Ambarrukmo, Senin (23/10/2023).

EFEKTIF: Pembukaan 3rd International Conference on Innovation in Open and Distance Learning (INNODEL 2023). (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
EFEKTIF: Pembukaan 3rd International Conference on Innovation in Open and Distance Learning (INNODEL 2023). (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)

Ojat menilai, kehadiran artificial intelligence membuat tugas lebih mudah, efisien dan produktif. Misalnya dalam perkuliahan ada yang melibatkan banyak tutor namun bisa diefektifkan dengan teknologi. Disesuaikan dengan kondisi yang ada sehingga bisa memangkas banyak anggaran maupun prosedural.

"Penyelesaian tugas mahasiswa atau pemeriksaan ujian semester bisa dilaksanakan dengan mesin," imbuhnya.

Meski begitu, Ojat tidak menampik, ke depan akan banyak profesi yang bisa digantikan oleh mesin dengan kemampuan artificial intelligence.

Meski begitu, seiring perkembangan zaman, akan banyak juga pekerjaan yang membutuhkan manusia sebab menyoal tentang rasa, tidak bisa diganti oleh mesin.

"Ini merupakan tantangan dalam kehidupan yang harus dihadapi, setiap jaman ada tantangan dan setiap jaman ada orang dan pelaku. Dan kita segera punya solusi. Pasti akan ada pekerjaan baru untuk generasi masa datang," jelasnya.

Baca Juga: Wong Kabeh Masih Bakal Calon Kok Wis Ribut, Gubernur DIY HB X: Saya Undang Partai Declare Pemilu Aman Damai

Ketua Pelaksana 2023 INNODEL sekaligus Kepala Pusat Riset dan Inovasi PTJJ, LPPM Universitas Terbuka Daryono mengatakan teknologi Artificial intelligence juga berfungsi menghentikan praktik-praktik plagiarisme di dunia pendidikan.

"Fokus kami memang Artificial Intelligence. AI itu learning tools, mau gak mau mahasiswa harus tahu, di dunia kerja juga. Semua teknologi selalu ada positif dan negatif," ujarnya.

INNODEL 2023 menghadirkan pembicara dari beberapa negara. Mereka ialah Kinshuk dari The University of North Texas, Vanessa Paz Dennen dari Florida State University USA, dan Ghassan Beydoun dari University of Technology Sydney, Australia.

Selain itu juga ada Yunandha Indrakusumah dari PT Telkom Indonesia dan Maria Mercedes dari The Ateneo de Manila University The Philippines. (lan)

EFEKTIF: Pembukaan 3rd International Conference on Innovation in Open and Distance Learning (INNODEL 2023). (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
EFEKTIF: Pembukaan 3rd International Conference on Innovation in Open and Distance Learning (INNODEL 2023). (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
Editor : Amin Surachmad
#Artifical Intelligence #Universitas Terbuka