RADAR JOGJA - Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Stagas PPKS) UGM mengadakan workshop pencegahan kekerasan seksual bagi pelajar SMK. Digelar di SMK Budi Mulia Dua Jogja, diikuti 40 siswa dan 10 guru.
Psikolog Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari menjelaskan, materi yang diberikan tentang bentuk-bentuk kekerasan seksual, pencegahan individu maupun kelompok, dan mekanisme penanganan. Selain itu, juga tahapan dalam penanganan kasus, asesmen, dan upaya yang dilakukan untuk mencegah kasus tidak terjadi lagi.
"Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan literasi dan menyosialisasikan terkait kekerasan seksual pada jenjang pendidikan di tingkat sekolah menengah," ujarnya Jumat (20/10/23).
Kegiatan ini diharapkan dapat membangun sinergitas antar perguruan tinggi dengan sekolah menengah. Agar tidak ada lagi kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Yayi juga menyebut, kegiatan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang tercantum dalam agenda Sustainable Development Goals (TPB/SDGs). Terutama pencapaian pendidikan berkualitas dan kesetaraan gender.
Di sisi lain, satgas PPKS UGM juga bekerja sama dengan satgas PPKS Universitas Hasanuddin Makassar. Memberikan pelatihan penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Pelatihan diikuti 21 orang meliputi satgas PPKS Unhas, psikolog dari Pusat Layanan Psikologi Unhas, dan tim yayasan.
Ketua Satgas PPKS UGM Sri Wiyanti Eddyono mengatakan, kolaborasi dan keterlibatan UGM dalam memberikan pelatihan ini sejalan dengan komitmen UGM terhadap isu kesetaraan gender. Harapannya dengan adanya pelatihan ini dapat memperkuat satgas PPKS Unhas dalam melakukan mandat Permendikbudristek nomor 30 tahun 2021. “Melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi,” jelasnya. (lan/eno)
Editor : Satria Pradika