RADAR JOGJA - Kantor Wilayah Kementerian Agama DIJ menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat Penguatan Wawasan Kebangsaan (PWK) dan Moderasi Beragama (MB). Sebanyak 59 tim dari pesantren se-DIJ telah mengikuti babak penyisihan.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag DIJ Muntolib mengatakan, perlombaan ini merespons adanya tafsir keagamaan yang tidak sejalan dengan semangat kebangsaan. “Masih ada tafsir keagamaan yang justru mengingkari nilai-nilai kemanusiaan, maka moderasi beragama wajib dijalankan,” ujarnya Rabu (18/10/23).
Tidak berhenti di situ, penghargaan terhadap nilai-nilai budaya juga tetap harus dilestarikan. Sebab peninggalan nenek moyang kaya akan nilai-nilai filosofis kehidupan yang masih relevan dipegang hingga saat ini.
"Sepanjang nilai-nilai budaya tadi tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama,” tambahnya.
Perlombaan ini, merupakan inovasi dari Kemenag DIJ dan dapat diusung menjadi program nasional. Sehingga implementasi moderasi beragama dapat terus disebarkan dan dipupuk sejak dini. "Dapat diinisiasi menjadi program nasional dengan semangat dari Jogja untuk Indonesia," ujar Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf yang juga Ketua PW Majelis Dai Kebangsaan (MDK) DIJ Nurhuda.
Dia menilai pentingnya penyelenggaraan ajang ini. Sebab bertujuan memberikan khasanah penguatan moderasi beragama di semua lini. Materi yang diujikan kepada santri meliputi Garuda Pancasila, Pancasila, UUD 1945, dan moderasi beragama (pengertian, indikator, serta dalil naqli).
“Moderasi beragama merupakan salah satu program prioritas Kemenag yang harus didukung banyak pihak termasuk Majelis Dai Kebangsaan,” lontarnya.
Disebutkan, babak final akan dilaksanakan luring hari ini (19/10) di Kemenag DIJ. Lima tim terbaik dari lima kabupaten/kota se-DIJ akan maju dalam perhelatan tersebut. Mereka ialah PP Al-Qur'an Wates Kulon Progo, PPM Al Ashfa Sleman, Mu'allimaat Jogja, PP Fadlun Minalloh Bantul, dan PP Al-I'anah Playen. (lan/eno)