SLEMAN - Sebanyak lima mahasiswa UGM menciptakan inovasi racikan daun asam Jawa (Tamarindus Indica) menjadi balsam. Berfungsi sebagai antiseptik menyembuhkan luka dan diberi nama Tamarin Balm.
Balsam dipastikan tidak menimbulkan resistensi antibiotik. Dan tidak menimbulkan reaksi alergi, ruam, serta kemerahan pada kulit.
Baca Juga: UII Jogja Hadirkan Kesaksian WNI di Jalur Gaza Palestina, Sebut Konflik Terparah Sejak 2008Pemanfaatan daun asam Jawa digagas oleh Muadz Fikri Gunawan, Khansa Auliya Putri Dewanto, Cokorda Keigoputra Pemayun, Abdi Cahyo Negoro, dan Fitria Desy Nur Fajar.
Ketua tim pengembang Tamarin Balm, Muadz, mengatakan, tidak dipungkiri sebenarnya sudah banyak produk perawatan kulit yang menjanjikan kesembuhan pada luka.
Baca Juga: Terus Dorong Quality Tourism, PAD Pariwisata Bantul Diprediksi Tak Tercapai"Namun, tidak sedikit yang memberikan reaksi alergi, ruam, dan kulit kemerahan yang biasanya disebabkan oleh campuran fragrance oil atau eksipien kimia sintesis yang berbahaya bagi kulit. Selain itu, obat-obatan antibiotik yang menunjang kesembuhan luka dapat menimbulkan resistensi antibiotik,” jelasnya, Rabu (11/10/2023).
Maka formula produk perawatan luka yang aman dan efektif dikembangkan. Produk menggunakan pendekatan fitofarmaka, yakni produk perawatan luka yang berbahan dasar senyawa alami yang aman untuk kulit.
Baca Juga: Cedera Andreas Esswein dan Yudha Alkhanza Sudah MembaikDaun tamarin Asam Jawa diketahui mengandung senyawa bioaktif. Bermanfaat sebagai antiseptik dan berpotensi untuk membantu kesembuhan luka.
“Keberadaan pohon asam Jawa cukup melimpah di DIY namun pemanfaatanya belum maksimal sehingga kami berupaya mengolahnya sehingga bisa bisa berdaya guna dan bernilai ekonomis,” jelasnya.
Baca Juga: Pendemo Baku Hantam dan Ada Letusan Senjata, Sispamkota Pastikan Polda DIY Siap Amankan Pemilu 2024Sementara itu, Fitria mengatakan, kandungan senyawa bioaktif yang terkandung pada daun Asam Jawa diantaranya alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin, yang memiliki aktivitas antiseptik kuat. Sehingga efektif mencegah timbulnya infeksi pada luka.
Di sisi lain, daun asam Jawa juga memiliki kandungan zat penyembuh luka. Bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan sel-sel baru pada kulit dan mempercepat proses penyembuhan luka.
Baca Juga: Ada Tagihan PBB Warga Purworejo Hanya Rp 5.000“Di samping itu juga membantu mengurangi risiko bekas luka yang permanen,” imbuhnya.
Jika terjadi peradangan pada luka, daun Asam Jawa juga bisa membantu mengurangi pembengkakan dan kemerahan. Sebab, mengandung senyawa antiperadangan.
Baca Juga: Medsos dan Wilayah Perbatasan Gunungkidul Jadi Titik Rawan PemiluSelain itu juga ada kandungan antioksidan yang dapat melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Berfungsi mempercepat proses penyembuhan luka dan mencegah terjadinya komplikasi. (lan)