RADAR JOGJA – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani menekankan menjadi bendahara negara itu harus paham ekonomi mikro dan ekonomi global. Karena keuangan negara adalah instrumen politik.
Begitulah paparan yang disampaikan saat mengisi sambutan prosesi wisuda Kampus Politeknik Keuangan Negara STAN.
Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN adalah pendidikan tinggi kedinasan di bawah badan pendidikan dan pelatihan keuangan, kementerian keuangan rebuklik indonesia, yang menyelenggarakan pendidikan program studi diploma bidang keuangan negara.
Momentum itu dia juga mengajak seluruh wisudawan STAN melek tentang politik. Karena keuangan negara adalah instrumen politik.
"Politik itu artinya bagaimana setiap kegiatan punya konsekuensi ke masyarakat luas. Kalian harus paham politik pada level mikro dan global, karena keuangan negara adalah instrumen politik,”kata Sri Mulyani” beber Sri Mulyani.
Dia juga mengingatkan bahwa keuangan negara tidak hanya terkait dengan akuntansi, tetapi juga lekat dengan objek politik sehingga rentan menerima kritik dari masyarakat luas.
"Kritik kepada pengelola keuangan negara utamanya di sasar kepada pengelola pajak dan bea cukai, dimana lulusan terbaik PKN STAN berasal dari dua bidang tersebut," lanjutnya.
Menkeu meminta kepada wisudawan PKN STAN, menjadi penerus kementerian keuangan di masa mendatang, dan memiliki mental yang memadai untuk menerima berbagai kritik dari masyarakat.
"Jangan menutupi identitas diri karena tidak sanggup menerima kritik dari masyarakat indonesia. Jadilah orang yang bisa menjelaskan kepada banyak orang bagaimana kondisi keuangan masyarakat Indonesia," pesannya.
Bendahara negara juga harus menekankan pentingnya sikap terus belajar agar mereka bisa menghadapi isu tentang keuangan negara yang dijadikan sebagai objek politik.
Keuangan negara tidak hanya menjadi objek politik dalam negara tetapi juga dalam relasi antarnegara.
Negara yang dihormati biasanya adalah negara yang mempunyai kondisi keuangan yang baik.
(Juan Bastin Purba)
Editor : Meitika Candra Lantiva