Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

ISI Jogja Mainkan Gending Pakurmatan, Sama saat Melepas Jenazah HB IX

Dwi Agus. • Kamis, 7 September 2023 | 13:00 WIB
Elang Kharisma Dewangga/radar jogja
Elang Kharisma Dewangga/radar jogja

RADAR JOGJA - Seniman yang juga rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja Timbul Raharjo berpulang pada usia 54 tahun. Seniman yang populer dengan karya Patung Singa ini dimakamkan di makam keluarga Tirto di Kalurahan Bangunjiwo, Sewon, Bantul, pada Rabu (6/9).


WULAN YANUWARTI, DWI AGUS - BANTUL


Gending Pakurmatan iringi upacara penghormatan terakhir Rektor ISI Jogjakarta Timbul Raharjo. Para pengrawit memainkan alunan gending dengan emosional. Pukulan bertenaga dan semakin memuncak kemudian perlahan sunyi saat jenazah Timbul Raharjo meninggalkan kampus ISI Jogjakarta.


Mantan Dosen Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan Sumaryono menuturkan, gending ini sangatlah istimewa. Tidak dimainkan sebagai pengiring tarian. Berasal dari Keraton Jogja, gending ini hanya dimainkan saat upacara khusus.“Termasuk gamelan upacara hanya untuk upacara tidak bisa iringi tari dan itu asalnya dari istana, jadi namanya Gending Pakurmatan,” jelasnya ditemui di ISI Jogja, Rabu (6/9/23).


Gending Pakurmatan, lanjutnya, merupakan gending kehormatan di Istana Karaton. Dimainkan saat Sultan yang bertakhta hadir dalam sebuah seremonial acara. Termasuk saat pemberangkatan jenazah Sri Sultan Hamengku Buwono IX menuju makam raja-raja di Imogiri, Bantul. “Saat Sri Sultan Hamengku Buwono IX meninggal, dari Bangsal Kencana diangkat, gamelan Monggang bertalu-talu seperti tadi. Seremonial ini merupakan bentuk penghormatan terakhir dari teman-teman ISI jurusan karawitan,” katanya.


Timbul Raharjo meninggal pada Selasa (5/9/23) sekitar pukul 17.20 di RSUP dr Sardjito. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di Gedung Rektorat ISI Jogja. Keluarga, kerabat dan ribuan mahasiswa mengiringi kepergian seniman yang berjasa besar dalam pengembangan industri kreatif di Bantul.


Pembantu Rektor 1 ISI Jogja Irwandi pada prosesi pelepasan jenazah mengatakan sosok Timbul Raharjo semasa hidup dikenal sebagai seorang akademisi sekaligus seniman yang hebat. Timbul juga seorang entrepreneur handal bidang ekonomi kreatif. "Sebagai seorang akademisi beliau merupakan akademisi yang produktif melakukan penelitian, publikasi ilmiah dan menulis berbagai publikasi. Hasil riset Timbul banyak dipublikasikan di jurnal Internasional," jelasnya.


Kemampuan Timbul sebagai akademisi bidang seni diakui baik di level nasional dan internasional. Atas hal itu, Timbul sering menjadi narasumber pada workshop dan seminar baik di dalam maupun di luar negeri. "Pada 13 sampai 17 September mendatang beliau seharusnya pergi ke Shanghai, Tiongkok untuk menjadi salah satu narasumber pada the 3rd International (Shanghai) Art and Science Forum, namun suratan takdir berkata lain," jelasnya.


Sebagai rektor, Timbul dikenal sebagai pimpinan sekaligus rekan kerja yang ceria. Timbul juga dikenal baik hati dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. "Beliau seniman sekaligus sahabat yang kerap menjadi inspirasi dan berbagi energi positif kepada orang-orang yang ada disekitar beliau," ujarnya.


Timbul Raharjo dikenal sebagai seniman kriya yang ulung. Karya-karya dalam bentuk patung dan keramik banyak dijumpai di ruang publik. Di antaranya Pantung Singa di Sleman City Hall, Patung Jenderal Soedirman dan Pangeran Diponegoro di Bantul serta Patung Biola WR Supratman Purworejo di Art Centre Purworejo Jawa Tengah. (pra)

Editor : Satria Pradika
#ISI Jogjakarta #timbul raharjo #ISI #Bantul