Walaupun secara luring kegiatan ini tetap menerapkan standar protokol kesehatan dengan ketat, karena masa pandemi Covid-19 belum dicabut sehingga harus tetap waspada terhadap ancaman Covid- 19. Wisuda DIII Keperawatan angkatan ke-30 ini diikuti oleh 144 wisudawan dengan IPK tertinggi 3,92 atas nama Fina Febriyanti, sedangkan lulusan cumlaude sebanyak 72 orang.
STIKES Notokusumo Yogyakarta sejak tahun 1990 sampai dengan tahun 2022, telah mewisuda ribuan lulusan. Tepatnya hingga sampai dengan saat ini jumlah lulusan sebanyak 3.459 lulusan yang telah tersebar di berbagai instansi kesehatan baik instansi pemerintah, swasta, dan internasional.
Ketua STIKES Notokusumo Yogyakarta Giri Susilo Adi dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan/wisudawati, bapak ibu, orang tua/wali atas keberhasilan putra-putrinya melewati proses belajar di STIKES Notokusumo Yogyakarta.
"Kami juga mengucapkan terimakasih karena telah mempercayakan STIKES Notokusumo Yogyakarta sebagai tempat pendidikan putra-putrinya.Selamat atas kesuksesan saudara yang berhasil menempuh proses pendidikan di STIKES Notokusumo dan berharap saudara dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," jelasnya.
Dia berpesan, terus tingkatkanlah pengetahuan dan keterampilan para wisadawan/wisudawati untuk mengimbangi perkembangan kemajuan yang ada di dunia industri kesehatan dan persaingan global untuk dapat bekerja secara professional. "Utamanya dengan memprioritaskan keamanan dan keselamatan pasien," pesan Giri
Lebih lanjut Giri memaparkan, sesuai dengan peraturan perundangan yang ada, untuk memberikan pelayanan keperawatan kepada masyarakat secara legal dan aman maka profesi tenaga kesehatandiwajibkan lulus uji kompetensi sebagai syarat utama untuk mendapatkan STR . Dengan STR diharapkan perawat dapat memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien secara aman dan berkualitas sehingga STR wajib dimiliki oleh perawat yang bekerja di fasilitas kesehatan. Adapun hasil uji kompetensi lulusan tahun 2022 mencapai 99,5 % lulus UKOM.
Giri mengingatkan mengenai tantangan service excellent/pelayanan prima di bidang kesehatan saat ini. Sebab, masyarakat pelanggan sudah semakin cerdas untuk itu perawat harus selalu meng-update keilmuan agar tidak ketinggalan dengan semakin cepatnya perubahan paradigma pelayanan kesehatan. Selain itu, juga dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan kebutuhan pelayanan yang cepat, tepat serta mampu menggunakan tekhnologi modern untuk memberikan pelayanan terbaik.
“Kami berpesan terus tingkatkanlah pengetahuan dan keterampilan saudara untuk mengimbangi perkembangan kemajuan yang ada di dunia industri kesehatan dan persaingan global untuk dapat bekerja secara professional. Memprioritaskan keamanan dan keselamatan pasien dan di era revolusi industry 4.0 saat ini yakni SDM yang adaptif, fleksibel, kreatif, inovatif, menguasai IT, menguasai bahasa internasional, komunikatif, punya leadership yang tinggi, dan memiliki critical thinking," pesan Giri.
Sebagai penutup pesan, Giri menekankan perlunya membangun pondasi caring yang kuat dalam pelayanan dan filosofi keperawatan dengan mengedepankan nilai etik dan budi pekerti luhur di dalam memberikan layanan keperawatan kepada pasien. Itu sebagaimana tertuang di dalam visi misi STIKES Notokusumo, karena sikap perilaku perawat merupakan bagian penting dalam menyajikan service excellent.
Ketua Yayasan Notokusumo Samudro Tjondronegoro menyampaikan harapan agar wisudawan wisudawati dapat menjadi pribadi cerdas dan humanis yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai dan perilaku berbudi pekerti luhur. Menjaga nama baik almamater dengan melakukan lebih banyak kebaikan, sehingga almamater STIKES Notokusumo terus berkembang dan dipercaya masyarakat dan berguna bagi negara. (*/ila) Editor : Administrator