MAGELANG - Pemkot Magelang menargetkan realisasi investasi sekitar Rp 57 miliar melalui Magelang Investment Business Forum (MASSIF) 2026. Pertemuan ini tidak hanya sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang negosiasi awal sekaligus menguji daya tarik investasi Kota Magelang dengan total 75 peserta.
Pj Sekretaris Daerah Kota Magelang Larsita menyebut, masuknya investor menjadi kunci penting dalam mendorong pergerakan ekonomi daerah. Namun, dia mengakui, keputusan investor tidak hanya ditentukan oleh potensi bisnis semata.
"Tidak hanya peluang usaha, tetapi juga apakah daerahnya kondusif, perizinannya mudah, dan ada kepastian hukum," ujarnya, Kamis (25/6).
Baca Juga: Wagub Paku Alam X Jadi PLH Gubernur DIY selama Sepekan ke Depan, Sekprov: Ngarso Dalem Ada Keperluan Kesehatan
Menurutnya, tiga faktor tersebut masih menjadi titik krusial yang menentukan apakah rencana investasi benar-benar akan direalisasikan atau berhenti pada tahap komitmen awal.
Dalam forum tersebut, tercatat sebanyak 12 Letter of Intent (LoI) ditandatangani dengan nilai total rencana investasi mencapai sekitar Rp 57 miliar. Namun, dokumen tersebut belum sepenuhnya menjamin realisasi, melainkan menjadi pijakan awal menuju kesepakatan yang lebih konkret.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi menjelaskan, forum ini dirancang untuk mempertemukan langsung calon investor dengan pemerintah daerah sekaligus mempercepat proses penjajakan kerja sama.
Baca Juga: Data Anak PNS Pendaftar Jalur Afirmasi Bakal Ditinjau Ulang, Dinsos P3A Gunungkidul Tunggu Data Lengkap untuk Pemutakhiran DTSEN
"Ini masih tahap awal. Harapannya dari LoI ini bisa berlanjut ke realisasi investasi. Kami fasilitasi agar prosesnya lebih cepat dan jelas," paparnya.
Sebagai representasi komitmen, kata dia, penandatanganan simbolis dilakukan oleh tiga pihak, yakni PT Daya Indah Nawasema, PT Pulung Property Jaya, dan Yayasan Al Abidin Surakarta. Ketiganya disebut memiliki rencana investasi di sektor yang beragam, meski detail proyek masih dalam tahap pembahasan lanjutan.
Baca Juga: Mengenal Kuswantoro, Penyandang Disabilitas Berprestasi di Olahraga Lari Rasakan Suasana Lebaran, Berpesan Gali K
Di sisi lain, lanjut dia, pemkot berupaya menjawab kekhawatiran investor dengan memperkuat layanan perizinan berbasis digital. Melalui DPMPTSP, pemkot mengklaim terus memangkas birokrasi yang selama ini kerap menjadi hambatan utama investasi di daerah.
Candra menilai, forum ini penting karena banyak investor lebih memilih daerah yang mampu memberikan kepastian proses dibanding sekadar menawarkan potensi. Selain menarik investor baru, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem usaha yang sudah ada. (aya)