JOGJA - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja terpaksa menunda perbaikan jalan akibat harga aspal yang melejit.
Padahal program ini bersinggungan langsung dengan masyarakat. Ini menjadi salah satu dampak akibat eskalasi perang di Timur Tengah.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPKP Kota Jogja Hasri Nilam Baswari mengatakan, harga aspal curah pada Maret lalu berada di kisaran Rp 9.400 per kilogram (kg).
Baca Juga: Imbas Efisiensi Anggaran, Pengadaan Instalasi Hidran Kering dan Selang Pemadam Terkendala
Namun memasuki April harga aspal curah melejit menjadi Rp 11.565 per kg.
Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas aspal drum, dari harga Rp 11.600 menjadi Rp 13.600 per kg.
Nilam mengakui, tingginya harga aspal sangat berdampak pada program perbaikan maupun pembangunan jalan.
Baca Juga: Perpustakaan Keliling di Sleman Tak Bisa Berjalan Optimal karena Hanya Miliki Tiga Armada
Lantaran memengaruhi estimasi biaya pengerjaan oleh kontraktor dengan anggaran pemerintah yang sudah disiapkan.
Apalagi kenaikan tidak hanya terjadi pada komoditas aspal, namun juga operasional alat yang menggunakan bahan bakar minyak.
“Harga solar industri yang digunakan untuk mesin pemecah batu naik drastis dari Rp 14.000 menjadi Rp 22.000 per liter," ujar Nilam saat ditemui di kantornya, Senin (20/4/2026).
Dia menyatakan, ada satu proyek yang terpaksa ditunda pada tahun ini. Yaitu perbaikan jalan di Jalan Nyi Wiji Adisoro, Prenggan, Kotagede.
Program dengan nilai anggaran Rp 1,7 miliar itu seharusnya bisa dilelang pada Maret lalu dan terlaksana pada April ini.
Namun, instansi ini memutuskan untuk menunda sementara proses tender proyek tersebut untuk menunggu kepastian harga final asphalt mixing plant (AMP).
Baca Juga: Duh, Dua Belas Mahasiswi Terjebak Dalam Lift Lantai Empat Kampus Satu UAD, Damkar Turun Tangan
Supaya tidak terjadi kendala pengerjaan atau gagal kontrak di kemudian hari.
“Proyek tersebut tetap kami kerjakan, namun jika kondisi (harga minyak) tidak kunjung normal kemungkinan ada pengurangan volume pekerjaan,” katanya.
Sementara untuk program pemeliharaan rutin seperti penambalan jalan berlubang yang dilaporkan masyarakat dipastikan tetap akan dikerjakan namun dengan skala prioritas.
Baca Juga: Ada Permendikbud 75/2016, Disdikpora Kebumen Beri Restu Sekolah Tarik Sumbangan
Misalnya perbaikan akan menyasar terlebih dahulu ruas jalan yang kerap menjadi perlintasan atau jalan protokol.
Sementara ruas-ruas jalan yang berada di dalam kampung atau jarang dilintasi akan ditunda pekerjaannya.
Menurutnya, penyesuaian tersebut terpaksa dilakukan karena DPUPKP Kota Jogja tidak bisa menggunakan dana darurat untuk menambal kekurangan biaya proyek.
Baca Juga: Renovasi Jembatan Kewek, Kota Jogja, Mulai Dikerjakan Mei 2026, Target Selesai Desember 2026
Sebab anggaran sudah ditetapkan pada tahun sebelumnya.
“Anggaran sudah dikunci dari tahun sebelumnya. Jadi alokasi yang ada ya hanya saat ini. Konsekuensinya, kami harus melakukan pengurangan volume,” terang Nilam.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, telah melakukan langkah pengalihan anggaran perjalanan dinas untuk program yang langsung berdampak pada masyarakat.
Baca Juga: Pasca Harga Gas Non-subsidi Naik, Beberapa Masyarakat DIY Berencana Pindah ke Gas Melon
Kebijakan tersebut juga untuk menindaklanjuti Surat Edaran Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah yang menjadi arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pengalihan anggaran akan difokuskan pada program non-infrastruktur dan infrastruktur.
Khusus untuk infrastruktur akan diprioritaskan pada penataan kawasan perkotaan, terutama jalan dan trotoar pedestrian. Fokus diarahkan pada wilayah selatan kota.
Baca Juga: Hati-Hati! Salah Pasang Alat Ukur Tekanan Darah Dapat Membahayakan Nyawa
Salah satu program yang akan dikerjakan adalah revitalisasi trotoar dari kawasan Giwangan hingga XT Square.
Termasuk penutupan saluran air di Jalan Pramuka untuk mendukung kenyamanan pejalan kaki.
Selain itu, penataan juga akan dilakukan di Jalan DI Panjaitan, meliputi pembangunan trotoar dan taman, serta pelebaran jalan sepanjang kurang lebih 776 meter dari Jalan Ipda Tut Harsono hingga simpang empat APMD.
"Revitalisasi trotoar juga akan menyasar kawasan Kotabaru, mengingat banyak trotoar di wilayah tersebut yang sudah mengalami kerusakan seperti retak dan pecah," jelas Hasto. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita