Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Jip Wisata Merapi Bisa Tiga Kali Antar Rombongan Wisatawan

D
Penulis: Delima Purnamasari❯
SERU: Wisatawan menikmati jip Merapi di Kabupaten Sleman. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
SERU: Wisatawan menikmati jip Merapi di Kabupaten Sleman. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

Advertisement

SLEMAN - Aktivitas wisatawan di destinasi jip Merapi Kabupaten Sleman meningkat selama periode libur kenaikan Isa Almasih. Pada libur panjang pada Kamis (14/5) hingga Minggu (17/5) ini, para pengendara jip bisa mengantar rombongan hingga tiga kali dalam sehari.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat Dardiri menjelaskan, ada 1.400 jip yang beroperasi dan masing-masing membawa empat penumpang. Ketika tiga kali mengantar rombongan maka jumlah wisatawan yang datang dalam sehari sekitar 16.800 orang.

Advertisement

Dia menyebut, kenaikan wisawatan ini mulai terlihat sejak Senin (11/5) lalu. "Ada dari rombongan anak sekolah, perusahaan, keluarga jadi campur. Dari Jawa Barat juga ada," katanya dihubungi Jumat (15/5). 

Ada sejumlah rombongan yang langsung menyewa satu basecamp penuh dengan 200 hingga 400 jip. Meski padat, dia memastikan tidak ada wisatawan yang ditolak karena mereka sudah melakukan reservasi dan membayar uang muka terlebih dahulu.

Pengelola juga telah membuat rekayasa lalu lintas jip untuk mengantisipasi kemacetan. Utamanya mengarahkan para sopir jip tidak terfokus pada satu jalur. Bisa lewat jalur di Tempuran, Jolontoro, hingga alternatif lewat Grogol. Sopir jip juga diminta sesuai dengan susunan jadwal yang telah disusun. 

Advertisement

"Kami juga sudah antisipasi peningkatan sampah jadi rekan-rekan semua sudah bawa trash bag," tambahnya.

Pada momen ini dipastikan tidak ada kenaikan harga yang diterapkan karena dikhawatirkan menimbulkan gejolak. Meski demikian, dia tidak memungkiri jika hal ini tetap jadi wacana tersendiri di tengah kondisi kenaikan harga onderdil maupun bahan bakar minyak.

Ketika nanti akan ada kenaikan harga, dia memastikan akan dilakukan sosialisasi dan penyebaran informasi dahulu. "Mungkin nanti bisa di akhir tahun saat Natal dan tahun baru kalau kondisinya tetap seperti ini," ujarnya. 

Dardiri berharap, momen peningkatan wisatawan ini bisa signifikan. Apalagi setelah kunjungan saat Lebaran yang belum sesuai target.

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

TPR Baron Tak Lagi Terima Pembayaran Tunai, Wisatawan Disiapkan Kartu E-Money Seharga Rp 15 Ribu

TPR Baron Tak Lagi Terima Pembayaran Tunai, Wisatawan Disiapkan Kartu E-Money Seharga Rp 15 Ribu

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul resmi menerapkan sistem pembayaran retribusi wisata 100 persen non tunai di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron Utama mulai Selasa kemarin (12/5). Untuk mengakomodasi wisatawan yang

TPR Baron Terapkan Tiket Wisata Nontunai Mulai 12 Mei, Wisatawan Disiapkan Kartu E-Money

TPR Baron Terapkan Tiket Wisata Nontunai Mulai 12 Mei, Wisatawan Disiapkan Kartu E-Money

Pemkab Gunungkidul mulai menerapkan sistem pembayaran nontunai penuh di TPR Baron mulai 12 Mei mendatang untuk mempercepat layanan wisata dan menekan potensi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD). Wisatawan yang belum..

Daftar Tanggal Merah Agustus 2026, Ada Kesempatan Libur Panjang 4 Hari Cocok untuk Mengajukan Cuti

Daftar Tanggal Merah Agustus 2026, Ada Kesempatan Libur Panjang 4 Hari Cocok untuk Mengajukan Cuti

Memasuki bulan Agustus 2026, masyarakat mulai mencari informasi mengenai jadwal tanggal merah dan peluang long weekend. Selain menjadi bulan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Agustus tahun ini memiliki...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer