JOGJA - Pemprov DIY menerima 923 aduan melalui sistem e-lapor DIY sepanjang 2025.
Aduan tersebut dinilai sebagai indikator adanya program dari pemerintah yanng dirasakan oleh masyarakat.
"Justru kalau tidak ada aduan, kita harus bertanya-tanya, masyarakat merasakan keberadaan kita atau tidak?" ujar Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).
Lima dinas tersebut lazim mendapatkan banyak aduan sebab terkait dengan pembangunan yang dapat langsung dirasakan masyarakat.
Kendala klasik seperti rotasi pegawai yang seringkali memutus rantai pengetahuan (knowledge transfer) juga memengaruhi.
"Kemudian keterbatasan anggaran untuk menindaklanjuti keluhan fisik seperti perbaikan infrastruktur," jelasnya. (oso)