Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemprov DIY Salurkan Bantuan Senilai Rp 3 Miliar untuk Aceh-Sumatera hingga Beri Keringanan Biaya Kuliah Mahasiswa Terdampak Bencana di Jogjakarta

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 10 Desember 2025 | 02:57 WIB

 

SIMBOLIS: Penyerahan bantuan uang senilai Rp 3 miliar dari Pemprov DIY yang diberikan langsung kepada tiga daerah terdampak bencana banjir Sumatera di Gedhong Wilis, Kepatihan.
SIMBOLIS: Penyerahan bantuan uang senilai Rp 3 miliar dari Pemprov DIY yang diberikan langsung kepada tiga daerah terdampak bencana banjir Sumatera di Gedhong Wilis, Kepatihan.

JOGJA – Pemprov DIY kembali menyalurkan bantuan bagi daerah terdampak bencana banjir bandang di Aceh dan Sumatera. Kali ini, bantuan diberikan dalam bentuk uang senilai Rp 3 miliar.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X kepada perwakilan tiga wilayah terdampak di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Jogja, Selasa (9/12/2025).

"Ini sebagai salah satu bantuan untuk ikut menyelesaikan masalah banjir yang ada di beberapa provinsi. Aceh, Sumatera Utara, dan di Sumatera Barat," ujar HB X pascaacara penyerahan.

Bantuan tersebut merupakan kali ketiga yang dikirimkan Pemprov DIY. Sebelumnya, lebih dari 800 kilogram obat-obatan telah diberangkatkan melalui jalur darat.

Selain bantuan material, pemprov juga memberikan perhatian kepada mahasiswa asal daerah terdampak yang sedang menempuh pendidikan di Jogja.

Pemprov aktif berkoordinasi dengan kampus untuk mendata mahasiswa yang membutuhkan dukungan.

"Sekiranya ada warga yang di Sumatera ini punya anak atau apa yang jadi mahasiswa di Jogja, saya mohon bantuannya, bisa kami mendapatkan nama-nama itu," bebernya.

Pemprov DIY berencana memberikan keringanan biaya kuliah serta dukungan biaya hidup bagi mahasiswa tersebut selama beberapa bulan.

Skema ini pernah diterapkan kepada mahasiswa asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Poso saat daerah mereka dilanda bencana.

"Bantuannya kami ringankan biaya kuliah dan yang kedua untuk 'living cost' biasanya delapan bulan," jelasnya.

Perwakilan Pemerintah Aceh Basir Abu Bakar mengapresiasi bantuan tersebut. Ia menyebut kondisi sejumlah wilayah di Aceh masih memprihatinkan dan sulit dijangkau.

"Masih ada daerah-daerah yang terisolasi. Seperti di Aceh Tamiang, masih ada beberapa titik yang harus dibantu logistik pake helipad," tambahnya. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#aceh #Pemprov DIY #Keringanan #bantuan sumatera #biaya kuliah #Mahasiswa Terdampak Bencana