KEBUMEN - Anggota Komisi D DPRD Kebumen meminta dinas teknis bersama konsultan perencana dapat berhitung cermat sebelum memulai pembangunan Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kebumen. Langkah ini dinilai penting karena komisi masih temukan selisih antara kebutuhan riil dengan anggaran yang disiapkan.
Ketua Komisi D DPRD Kebumen Noviandri Dwi Alhadi menjelaskan, pembangunan Kantor Dinsos P3A Kebumen yang rencana bakal menelan anggaran lebih dari Rp 6 miliar itu harus menghasilkan gedung tepat guna dan tepat sasaran. "Kami ingin begitu pembangunan selesai, semua langsung bisa berfungsi," jelasnya saat sidak Rabu (3/9).
Namun berdasarkan pemaparan konsultan perencana, pihaknya menemukan beberapa catatan. Salah satunya dari total rencana anggaran tersedia justru sebagian dialihkan untuk pengerjaan sandaran atau tanggul penahan bangunan.
Kondisi ini yang memungkinkan penyelesaian pembangunan bakal terhambat. "Mending dihitung global saja. Buat gedung berapa, tanggul berapa. Tidak setengah-setengah," lontarnya.
Komisi D, kata Dwi, siap mengawal pengajuan tambahan anggaran, asalkan dari sisi perencanaan dihitung secara cermat. Dia juga tidak mengharapkan pembangunan kantor ini dilakukan bertahap. Karena khawatir akan mengganggu roda pelayanan masyarakat.
"Taruhlah perlu tambahan Rp 1 miliar, pasti kami coba perjuangkan. Tinggal kemauan eksekutif saja," jelas Dwi.
Dalam waktu dekat, lanjutnya, Komisi D juga bakal mengundang dinas dan konsultan untuk menentukan langkah sebelum pembangunan dimulai. Dwi pun berharap gedung di Jalan Soekarno-Hatta tersebut nantinya sebagai percontohan bangunan ramah disabilitas. "Jangan sampai gedung Dinsos malah tidak inklusif," katanya.
Sementara itu, Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinsos P3A Kebumen Arum Dwi Lestariningsih mengatakan, kondisi kantornya saat ini memang sudah cukup memprihatinkan. Beberapa titik sedang dilakukan renovasi mengingat bangunan gedung tekah lapuk termakan usia.
Bahkan pada bagian sisi timur gedung sekarang terancam akibat abrasi Sungai Kali Krasak. "Yang bangunan pinggir kali itu sudah mengkhawatirkan. Harapan kami bisa pembenahan total," ujarnya.
Rencananya, kata Arum, Dinsos P3A bakal relokasi sementara di gedung penyimpanan arsip di Jalan Arumbinang jika dimulai proses pembangunan. Alternatif lain adalah pindah di gedung Labkesda yang berada di eks bangunan RSUD Kebumen. "Karena pembangunan ini di anggaran murni 2026. Tinggal nanti menyesuaikan saja," bebernya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita