Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Fraksi PKB DPRD Kebumen: Pembangunan Tak Cukup dengan Beton, tapi Juga Langit Biru

Muhammad Hafied • Senin, 14 Juli 2025 | 11:40 WIB
Anggota Fraksi PKB Kebumen M Fauhan Fawaqi saat membaca pendapat akhir fraksi terhadap Raperda RPJMD 2025-2029.
Anggota Fraksi PKB Kebumen M Fauhan Fawaqi saat membaca pendapat akhir fraksi terhadap Raperda RPJMD 2025-2029.

 

KEBUMEN – Fraksi PKB DPRD Kebumen menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus memprioritaskan kelestarian lingkungan.

Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Fraksi PKB, M. Fauhan Fawaqi, dalam sidang paripurna DPRD Kebumen pada Jumat, 11 Juli 2025, saat menyampaikan tanggapan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) RPJMD 2025–2029.

Apa yang Disorot PKB dalam Sidang Paripurna DPRD Kebumen?

Fraksi PKB menyoroti secara khusus permasalahan sampah dan emisi karbon yang dinilai sudah mengkhawatirkan di Kabupaten Kebumen. Gus Fauhan, sapaan akrab M. Fauhan Fawaqi, meminta pemerintah daerah serius dalam menangani persoalan lingkungan.

“Kita ingin generasi ke depan tidak hanya diwarisi aspal dan beton, tapi juga langit biru, sawah basah, dan udara bersih yang dapat dihirup tanpa ketakutan,” tegasnya di mimbar paripurna.

Mengapa Isu Lingkungan Menjadi Sorotan?

Menurut Gus Fauhan, penanganan sampah yang kurang maksimal dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan menjadi keresahan bersama masyarakat. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa pengurangan sampah dan emisi karbon harus menjadi bagian inti kebijakan pemerintah daerah, bukan sekadar formalitas.

Bagaimana PKB Menanggapi Strategi Pengentasan Kemiskinan?

Selain isu lingkungan, PKB juga menyoroti strategi pengentasan kemiskinan dalam RPJMD yang dinilai masih terlalu normatif dan umum. PKB mendorong penggunaan data mikro yang valid dan akuntabel agar program-program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran.

Apa Peran Desa dan Lembaga Keagamaan Menurut PKB?

PKB juga mengingatkan pentingnya memposisikan desa, pesantren, dan lembaga keagamaan sebagai subjek pembangunan, bukan hanya obyek. Potensi mereka sebagai kekuatan sosial dan kultural dinilai sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kebumen.

“Kami mendorong seluruh kepala perangkat daerah memahami secara utuh isi dokumen RPJMD,” ujar Gus Fauhan, yang juga menjabat sebagai Ketua Bapemperda DPRD Kebumen.

Apa Tanggapan Bupati Kebumen?

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, mengakui bahwa pembangunan di Kebumen masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari infrastruktur hingga tata kelola pemerintahan. Namun, ia tetap optimis bahwa semua tantangan tersebut bisa diatasi melalui kolaborasi lintas sektor.

“RPJMD ini bukan milik eksekutif maupun legislatif saja, tapi milik seluruh masyarakat Kebumen. Mari kita kawal bersama,” pungkasnya.

 

Editor : Heru Pratomo
#pesantren #RPJMD #kebumen #Lilis Nuryani #Pembangunan Desa #valid #bupati kebumen #penanganan sampah #data kemiskinan