JOGJA - Proyek pembangunan fisik Gedung DPRD Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) yang baru sudah mulai dikerjakan. Pembangunan tersebut merupakan proyek jangka panjang atau tahunan yang ditargetkan selesai tahun 2026.
"Baru selesai lelang, dan syarat lain sudah dipenuhi termasuk surat izin pembangunan," ujar Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Beny Suharsono saat dikonfirmasi, Selasa (25/3).
Saat ini prosesnya dalam tahap pengkondisian di lokasi calon Gedung DPRD DIJ yang baru di Jalan Kenari, Muja Muju, Jogja. Lelang proyek telah berhasil dimenangkan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. "Pembangunan fisik sudah dimulai," tuturnya.
Ia menargetkan bangunan tersebut selesai selama dua tahun. Otomati pada 2026 bangunan tersebut sudah selesai dan siap untuk difungsikan. Bangunan tersebut dibangun minimal bertahan selama 25 tahun ke depan. Maka dari segi kontruksi pihaknya berharap agar bisa kokoh dan awet.
"Gedung DPRD baru harus melihat sisi lingkungan dan mudah diakses untuk diskusi atau pertemuan dengan masyarakat," terangnya.
Gedung baru tersebut akan dibangun di atas lahan seluas lima hektar (ha) dengan luas mencapai 38.544 meter persegi. Latar belakang pemindahan dikarenakan lokasi Gedung DPRD DIJ di Jalan Malioboro tidak bisa dilakukan penambahan ruangan dan fasilitas lainnya.
Selain itu, lokasi gedung Dewan Provinsi saat ini rencananya digunakan sebagai bagian dari gedung Jogja Planning Galeri (JPG) yang merupakan proyek Pemprov DIJ. "Pemindahannya masih lama, bergeser itu tempat untuk geser harus siap," terangnya.
Dari pantauan Radar Jogja, lokasi baru di Jalan Kenari tepatnya di lapangan panahan tersebut telah ditutupi menggunakan penutup secara memutar. Artinya pembangunan fisik mulai dikerjakan. Beberapa kali juga terlihat alat berat yang beraktivitas di dalamnya. (oso/pra)
Editor : Heru Pratomo